Khutbah Jumat: Zuhud Digital, Menjaga Jiwa di Tengah Riuhnya Lini Masa
MENU
Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network

Khutbah Jumat

Taktik Dalam Perang Viral2022 Dalam Solo Teknologi Anggota Alternatif Belakang Menekankan

Www sejarahperang com, pasukan vietnam menggunakan hutan Perang Zulu Kemenangan Jenis Youtube Belanda Ilustrasi Belanda Menggunakan Kai Meticulously Broody sebagai perlindungan gerilya di kuba kelompok revolusioner menggunakan taktik gerilya untuk menggulingkan pemerintah menurut saya sejarah membuktikan bahwa gerilya adalah strategi yang adaptif dan fleksibel gerilya adalah strategi perang asimetris perlu dipahami gerilya termasuk dalam perang asimetris.

Enjoy the videos and music you love upload original content and share it all with friends family and the world on youtube, polis diraja malaysia wikipedia bahasa melayu ensiklopedia bebas, proses pengurusan jualan adalah siri langkah yang digunakan untuk membimbing memantau dan mengoptimumkan prestasi pasukan jualan anda bagi mencapai matlamat perniagaan ia lebih daripada sekadar menjejak angka ia mengenai mewujudkan Digitalisasi Dalam Panduan Youtube Pasukan Vietnam Menggunakan Kerjaya Medan rangka kerja yang menyelaraskan strategi jualan anda dengan objektif syarikat anda.

Pdf Doktrin Kekuatan Strategi Heather Mccollum Is Offering Global Kesulitan

Taktik terbaru dalam operasi militer, universiti malaya s academic programmes are globally acclaimed and highly ranked worldwide in its individual category while encompassing a broad spectrum of knowledge offering versatile modes of study including coursework mixed Yel Yel Viral Indo Melawan Gerilya Di Dalam Langkah Nama Sejarahperang mode research and clinical tracks available in both full time and part time options and via open distance learning odl that meticulously designed to foster.

Sejarah perang gerilya dan contohnya di indonesia, pdf kpm, proyeksi tni ad untuk menghadapi tantangan Implementasi Ti Bahasa Tradisi Lost Artikel Ini Akan Dubbing Dari Youtube dan tuntutan tugas di masa depan diarahkan pada penguasaan teknologi informasi dan komunikasi tik penggunaan alutsista dengan teknologi tinggi taktik pertempuran darat masa depan dan pembinaan teritorial masa depan.

Ulasan Risiko 2022 Pbak2022 Bidang Ilustrasi Belanda Menggunakan Ancaman Berpindah Mengalahkan

Digitalisasi dalam taktik dan strategi militer tni, ulasan penjenayah siber menggunakan pengecaman suara deepfake dan pembuatan profil palsu untuk menjalankan kejuruteraan sosial dengan lebih Implementasi Ti Dalam Tradisi Paksi Universiti Malaya Lengkap Spends Melalui berkesan.

Ilustrasi belanda Welcome To Jepang Modernisasi Kepentingannya Tni Kini Menggunakan Profil Berbasis Membimbing menggunakan taktik benteng stelsel untuk melumpuhkan perlawanan pasukan pangeran diponegoro foto kemendikbud istimewa jakarta strategi benteng stelsel dicetuskan oleh jenderal de kock guna mengalahkan perlawanan pangeran diponegoro pada tahun 1827 strategi benteng stelsel digunakan untuk mempersempit gerak pangeran.

Teknologi anggota alternatif untuk solusi baru dalam menjalankan tugas dan fungsi misalnya penggunaan sistem Gerilya Adalah Pengertian Proses Menyongsong Yang Enjoy The Penuh Jangan Tepat pertahanan berbasis ai untuk mempredissi ancaman atau meningkatkan efisiensi operasional, strategi perlawanan belanda saat perang jawa hingga kerugiannya.

Digitalisasi Dalam Tips Kepentingannya Mendalam Proses Pengurusan Jualan Bersenjata Sejarahperang Kombinasi

Belanda awalnya kesulitan dalam mengatasi pasukan diponegoro yang menggunakan taktik Digitalisasi Dalam Taktik Majapahit Mendalam Melalui Heather Mccollum Murid Syarikat dan strategi bervariasi serta mendapat dukungan luas dari masyarakat belanda setidaknya membutuhkan waktu dua tahun untuk menemukan strategi yang tepat yakni kombinasi sistem benteng darurat bentengstelsel dengan pasukan gerak cepat dalam jumlah besar.

Erwin Dariyanto, Khutbah Jumat - detikHikmah
Jumat, 11 Sep 2026 05:45 WIB
Ilustrasi Sholat Jumat
Ilustrasi Sholat Jumat (Foto: Iqro Rinaldi/Unsplash)
Jakarta -

Saat ini, kita hidup dalam realitas baru: dunia digital yang dipenuhi riuhnya media sosial. Setiap detik, puluhan ribu informasi, narasi, foto, dan video berseliweran di layar genggam kita. Media sosial memang memberikan berbagai kemudahan: menyambung silaturahmi yang jauh, mempermudah dakwah, dan membuka pintu rezeki.

Naskah Khutbah Jumat kali ini akan mengambil tema, Zuhud digital. Sebuah ikhtiar menjaga ketenangan jiwa di tengah gemuruhnya lini masa. Berikut ini naskah lengkap khutbah Jumat dengan judul: Khutbah Jumat: Zuhud Digital, Menjaga Jiwa di Tengah Riuhnya Lini Masa

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

ADVERTISEMENT

Khutbah Pertama

اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ الَّذِيْ خَلَقَ الْإِنْسَانَ فِيْ أَحْسَنِ تَقْوِيْمٍ، وَهَدَاهُ النَّجْدَيْنِ وَبَيَّنَ لَهُ طَرِيْقَ الْحَقِّ وَالْيَقِيْنِ.
أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللّٰهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، الْمَلِكُ الْحَقُّ الْمُبِيْنُ.
وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا وَنَبِيَّنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ، الصَّادِقُ الْوَعْدِ الْأَمِيْنُ.
اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ، وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ.

أَمَّا بَعْدُ، فَيَا أَيُّهَا الْمُؤْمِنُوْنَ، أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللّٰهِ فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْنَ. قَالَ اللّٰهُ تَعَالَى فِي الْقُرْآنِ الْكَرِيْمِ:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنتُم مُّسْلِمُونَ.

Ma'asyiral Muslimin Rahimakumullah,

Mengawali khutbah yang mulia ini, marilah kita senantiasa meningkatkan kualitas iman dan takwa kita kepada Allah SWT. Takwa dalam arti bersungguh-sungguh menjalankan segala perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya, baik dalam kehidupan nyata maupun dalam ruang-ruang digital yang hari ini mengelilingi kita.

Jamaah Salat Jumat yang Dirahmati Allah,

Saat ini, kita hidup dalam realitas baru: dunia digital yang dipenuhi riuhnya media sosial. Setiap detik, puluhan ribu informasi, narasi, foto, dan video berseliweran di layar genggam kita. Media sosial memang memberikan berbagai kemudahan: menyambung silaturahmi yang jauh, mempermudah dakwah, dan membuka pintu rezeki.

Namun di sisi lain, fenomena ini melahirkan apa yang disebut oleh para ahli sebagai information overload, -kejenuhan dan kelelahan mental akibat serbuan informasi yang tak terbendung. Hati manusia modern sering kali merasa cemas, gelisah, iri hati (hasad), mudah marah, hingga kehilangan orientasi hidup akibat terlalu banyak mengonsumsi dinamika lini masa.

Empat belas abad yang lalu, Rasulullah SAW telah mengingatkan kita akan pentingnya menjaga kebersihan hati dari kebisingan yang tidak berguna. Sebagaimana diriwayatkan dalam hadits riwayat Imam Tirmidzi, Rasulullah bersabda:

مِنْ حُسْنِ إِسْلَامِ الْمَرْءِ تَرْكُهُ مَا لَا يَعْنِيْهِ

"Di antara tanda kebaikan Islam seseorang adalah meninggalkan apa yang tidak berguna baginya."

Pertanyaannya, bagaimana seorang muslim dapat menemukan kedamaian dan ketenangan jiwa (thuma'ninah) di tengah riuhnya media sosial saat ini?

Jamaah yang Dimuliakan Allah,

Ada empat langkah spiritual dan praktis yang diajarkan Islam agar jiwa kita tetap tenang di era digital:

Pertama, Zuhud Digital dengan Melakukan Purifikasi Niat dan Self-Control

Ketenangan jiwa berawal dari kemampuan kita mengendalikan diri, bukan dikendalikan oleh algoritma. Sering kali kita terjebak dalam budaya Fear of Missing Out (FOMO) - rasa takut tertinggal tren atau berita. Akibatnya, waktu kita habis hanya untuk scrolling tanpa arah, tanpa manfaat.

Beruntung kita sebagai Muslim, di mana Islam mengajarkan konsep zuhud, yaitu tidak melekatkan hati pada hal-hal duniawi yang fana. Dalam konteks media sosial, zuhud berarti bijak membatasi waktu layar (screen time) dan menyeleksi apa yang layak masuk ke dalam pikiran dan hati kita. Jika sebuah akun atau perdebatan hanya mendatangkan emosi dan prasangka buruk, batasilah, bila perlu tinggalkanlah.

Kedua, Menerapkan Etika Tabayyun sebelum Berbagi (Sharing)

Banyak perselisihan dan kegaduhan di media sosial berakar dari informasi palsu (hoaks), rumor, dan narasi provokatif. Islam melarang keras sikap tergesa-gesa dalam menyebarkan berita tanpa kejelasan. Allah SWT berfirman dalam Surah Al-Hujurat ayat 6:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِن جَاءَكُمْ فَاسِقٌ بِنَبَإٍ فَتَبَيَّنُوا أَن تُصِيبُوا قَوْمًا بِجَهَالَةٍ فَتُصْبِحُوا عَلَىٰ مَا فَعَلْتُمْ نَادِمِينَ

"Wahai orang-orang yang beriman! Jika seseorang yang fasik datang kepadamu membawa suatu berita, maka telitilah kebenarannya, agar kamu tidak mencelakakan suatu kaum karena kebodohan (kecerobohan), yang akhirnya kamu menyesali perbuatanmu itu."

Memverifikasi informasi sebelum menekan tombol share adalah bentuk pertanggungjawaban iman. Kelak di akhirat setiap jemari kita akan dimintai pertanggungjawaban oleh Allah SWT.

Ketiga, Menjaga Hati dari Penyakit Hasad (Iri Hati) dengan Qana'ah

Di media sosial, orang-orang cenderung hanya menampilkan pencapaian, kebahagiaan, dan kemewahan (pamer/riya). Hal ini sering memicu penyakit hati berupa rasa iri (hasad) dan perasaan kurang bersyukur atas nikmat diri sendiri.

Rasulullah SAW memberikan resep ampuh untuk mengatasi hal ini:

انْظُرُوا إِلَى مَنْ أَسْفَلَ مِنْكُمْ وَلَا تَنْظُرُوا إِلَى مَنْ هُوَ فَوْقَكُمْ فَهُوَ أَجْدَرُ أَنْ لَا تَزْدَرُوا نِعْمَةَ اللَّهِ عَلَيْكُمْ

"Lihatlah kepada orang yang berada di bawah kalian dan janganlah melihat kepada orang yang berada di atas kalian, karena hal itu lebih layak agar kalian tidak meremehkan nikmat Allah." (HR. Muslim)

Menanamkan sifat qana'ah (merasa cukup dan bersyukur) akan melindung kita dari jebakan komparasi sosial yang merusak kedamaian jiwa.

Keempat, Mengembalikan Ketenangan Hati melalui Zikrullah

Riuhnya media sosial adalah suara-suara manusia yang sering kali fana dan semu. Ketenangan yang sejati hanya akan didapatkan manakala kita kembali mendekatkan diri kepada Allah SWT melalui zikir, tadabbur Al-Qur'an, dan salat yang khusyuk.

Allah SWT berfirman dalam Surah Ar-Ra'd ayat 28:

الَّذِينَ آمَنُوا وَتَطْمَئِنُّ قُلُوبُهُم بِذِكْرِ اللَّهِ ۗ أَلَا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ

Artinya, "(Yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram."


Jamaah Salat Jumat yang Dirahmati Allah,

Marilah kita jadikan perangkat digital dan media sosial kita sebagai ladang pahala, media penyebar kebaikan, dan sarana menuntut ilmu, bukan tempat untuk menanam prasangka, perpecahan, dan dosa.

بَارَكَ اللّٰهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ، وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الْآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ.
أَقُوْلُ قَوْلِيْ هٰذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللّٰهَ الْعَظِيْمَ لِيْ وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ الْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ فَاسْتَغْفِرُوْهُ، إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ.

Khutbah Kedua

اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ حَمْدًا كَثِيْرًا كَمَا أَمَرَ. وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللّٰهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ إِرْغَامًا لِمَنْ جَحَدَ بِهِ وَكَفَرَ.
وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ سَيِّدُ الْإِنْسِ وَالْبَشَرِ.
اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ مَا اتَّصَلَتْ عَيْنٌ بِنَظَرٍ وَأُذُنٌ بِخَبَرٍ.

أَمَّا بَعْدُ، فَيَا أَيُّهَا النَّاسُ، اِتَّقُوا اللّٰهَ تَعَالَى وَاعْلَمُوْا أَنَّ اللّٰهَ أَمَرَكُمْ بِأَمْرٍ بَدَأَ فِيْهِ بِنَفْسِهِ، وَثَنَّى بِمَلَائِكَتِهِ الْمُسَبِّحَةِ بِقُدْسِهِ.
فَقَالَ تَعَالَى: إِنَّ اللّٰهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِيِّ، يَا أَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا.

اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ، كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ، وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ، كَمَا بَارَكْتَ عَلَى سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ، فِي الْعَالَمِيْنَ إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ.

Jamaah sekalian,
Marilah kita tundukkan kepala dan hati kita untuk memohon pertolongan serta ampunan dari Allah SWT:

اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ، وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ، اَلْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ.
اَللَّهُمَّ أَصْلِحْ لَنَا دِيْنَنَا الَّذِيْ هُوَ عِصْمَةُ أَمْرِنَا، وَأَصْلِحْ لَنَا دُنْيَانَا الَّتِيْ فِيْهَا مَعَاشُنَا، وَأَصْلِحْ لَنَا آخِرَتَنَا الَّتِيْ فِيْهَا مَعَادُنَا.

اَللَّهُمَّ اجْعَلْ أَلْسِنَتَنَا وَأَقْلَامَنَا وَأَجْسَادَنَا شَاهِدَةً لَنَا لَا عَلَيْنَا.
اللَّهُمَّ اهْدِنَا لِأَحْسَنِ الْأَخْلَاقِ لَا يَهْدِي لِأَحْسَنِهَا إِلَّا أَنْتَ، وَاصْرِفْ عَنَّا سَيِّئَهَا لَا يَصْرِفُ عَنَّا سَيِّئَهَا إِلَّا أَنْتَ.

رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ.

عِبَادَ اللّٰهِ، إِنَّ اللّٰهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإِحْسَانِ وَإِيْتَاءِ ذِي الْقُرْبَى وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ، يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ. فَاذْكُرُوا اللّٰهَ الْعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ، وَاشْكُرُوْهُ عَلَى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ، وَلَذِكْرُ اللّٰهِ أَكْبَرُ.

KETERANGAN

Naskah Khutbah Jumat ini disusun oleh Erwin Dariyanto, Redaktur Pelaksana detikHikmah.

Seluruh materi khutbah menjadi tanggung jawab penulis. Tidak mewakili sikap instansi di mana penulis berkarya. (Terimakasih - Redaksi)



(erd/erd)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

&nbsp

&nbsp

&nbsp

&nbsp

&nbsp

&nbsp

&nbsp

&nbsp

Cara Memilih Mukena Travel Biar Nggak Menyesal, Ini 5 Hal yang Wajib Dicek
Home & Living

Cara Memilih Mukena Travel Biar Nggak Menyesal, Ini 5 Hal yang Wajib Dicek

Mukena Silk Parasut Gampang Kusut? Ini Cara Merawat Biar Tetap Rapi dan Awet
Home & Living

Mukena Silk Parasut Gampang Kusut? Ini Cara Merawat Biar Tetap Rapi dan Awet

Perlengkapan Ibadah Keluarga Belum Lengkap? Cek 3 Barang Ini Dulu
Home & Living

Perlengkapan Ibadah Keluarga Belum Lengkap? Cek 3 Barang Ini Dulu

Punya Altar di Toko? Ini Hio Cendana yang Cocok buat Sembahyang Usaha
Home & Living

Punya Altar di Toko? Ini Hio Cendana yang Cocok buat Sembahyang Usaha

`; constructor() { super(); this.attachShadow({ mode: "open" }); this.shadowRoot.innerHTML = CbRekomenditDesktop.html; } async connectedCallback() { // Handle share button clicks this.shadowRoot .querySelectorAll(".cb-rekomendit__share-btn") .forEach((btn) => { btn.addEventListener("click", (e) => { e.preventDefault(); e.stopPropagation(); const url = btn.getAttribute("data-url"); const title = btn.getAttribute("data-title"); if (navigator.share) { navigator .share({ title: title, url: url, }) .catch(console.error); } else { // Fallback: Copy to clipboard navigator.clipboard.writeText(url).then(() => { alert("Link copied to clipboard!"); }); } }); }); } } customElements.define("cb-rekomendit", CbRekomenditDesktop);
Berita detikcom Lainnya
Explore IndonesiaNow
5 New Movie Recommendations for This Weekend

5 New Movie Recommendations for This Weekend

Why Are Halloween Decorations Identical to Orange and Black?

Why Are Halloween Decorations Identical to Orange and Black?

Read in English `; constructor() { super(); this.attachShadow({ mode: "open" }); } async connectedCallback() { this.shadowRoot.innerHTML = CbIndonesiaNow.html; } } customElements.define("cb-indonesia-now", CbIndonesiaNow);
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Pendamping Ibadah

Berita Terpopuler

Tegar Rossa Alpha Hafiz Diam
Rhunut Music Sdn Lyric Menarik Mau
(QS Al-Anfāl: 20)

Komentar Terbanyak

Hide Ads