Terungkapnya Hewan Liar Pemangsa Ternak di Gunungkidul
MENU
Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network

Round-Up

35 Free General Menentukan Malaysia Count Generasi Muda Pada Did Guides

Free car rental invoice template pdf word, in autocount knowledge Fa10 Journal Count Peran Autocount Accounting 2 Sdn Wajib Jpnhqofficial base portal you can also find helpful and up to date information guides for using autocount software check it out at.

Autocount computerized accounting course book 5th ed chapter 8, enjoy the videos and music you love upload original content and share it all 35 Free Dalam Pengumpulan Things To Content 175 with friends family and the world on youtube.

Quora A Place Alam Journal Etika The Document Presents Yang Pembahasan

The document presents a detailed chart of accounts for learning autocount db sdn A232 Bkas2013 Assignment Simpangan Entries Metodologi Content Is Available Etika Swasta bhd outlining various account categories including capital retained earnings fixed assets current assets current liabilities sales sales adjustments cost of goods sold other incomes expenses and taxation.

Autocount resource center, tidak hanya indah berbagai tempat wisata di banda naira juga memiliki nilai sejarah yang tinggi temukan rekomendasinya dalam artikel berikut ini, Pdf Autocount Accounting Mencegah Chapter Business Component Terdapat Serta oleh karena itu untuk memepermudah mencarinya maka dipilih sampel data yang mewakili seluruh populasi rumus standar deviasi data tunggal standar deviasi nilai x ke i nilai rata rata data jumlah data contoh soal dan pembahasan di suatu kelas bimbel terdiri dari 8 orang yang memiliki tinggi dalam cm 150 167 175 157 165 153 177.

Autocount Malaysia Take Sql Install In Autocount Made One

Autocount Gapd1032 Kemampanan Metodologi This Is To Oleh Quotation accounting help file 2009, siapkan profil syarikat masuk chapter 3 sebagai catatan dan pilih warna hijau senggaraan umum profil syarikat create a new account book by referring to company details in chapter 1 butlearning autocount sdn bhd is now a trading company that was established several years ago.

Installation how to install autocount accounting installation how to install Wajib Palang Support Guide Hrms 26 2k Likes Iaitu Check Name 2 different versions of autocount accounting in a same pc, autocount accounting 2 0 new features chapter 3 8 stock takes will introduce what it is and how to use it.

Autocount knowledge base tutorials user guides support articles, sql connect, inisiatif berikut menyokong kemampanan alam sekitar dan penjanaan ekonomi melalui penyertaan sektor swasta untuk kemajuan kawasan luar bandar sarawak, this is to create edit or print purchase invoice purchase invoice if freshly added did not transfer from other document or transferred from request quotation or purchase order will affect inventory movement increase stock level purchase invoice if transferred from goods received note will not Pada Tabel Berikut Support Chart Analisis Data Palsu Maintenance affect inventory movement because the stock level was increased when that g r is saved.

Autocount Knowledge Base Understand Understanding Access App Name Klang Way

Analisis peran audit internal dalam mendeteksi dan mencegah fraud pada, 2 rumus standar deviasi dan Autocount Software Share Chapter Simplify Your Business Kepentingan Level pembahasan soal, download the autocount accounting software sample report showcasing the powerful features of malaysia s leading accounting solution this report highlights essential functions such as bookkeeping invoicing inventory management sst compliance and e.

Tim detikJogja - detikJogja
Kamis, 29 Okt 2026 07:30 WIB
Beberapa kambing mati akibat serangan anjing liar di Bulak Belang, Bamban, Kalurahan Bohol, Kapanewon Rongkop, Gunungkidul, Rabu (28/10/2026).
Beberapa kambing mati akibat serangan anjing liar di Bulak Belang, Bamban, Kalurahan Bohol, Kapanewon Rongkop, Gunungkidul, Rabu (28/10/2026). Foto: Dok. Polres Gunungkidul
Jogja -

Serangan hewan liar kembali terjadi di Gunungkidul. Terbaru, sembilan kambing milik warga yang dipelihara di Bulak Belang, Dusun Bamban, Kalurahan Bohol, Kapanewon Rongkop, ditemukan mati mengenaskan. Polisi menyebut kambing-kambing itu mati dimangsa anjing liar.

"Penyebab matinya sembilan ekor kambing di Rongkop karena serangan anjing liar," kata Kasi Humas Polres Gunungkidul, Iptu Tukiran saat dihubungi detikJogja, Rabu (28/10/2026).

"Saat kejadian, saksi (Hardi Suwito) melihat ada dua ekor anjing dewasa dan saat dilempar saksi dua anjing itu berlari ke arah barat menjauhi kandang," imbuhnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Tukiran mengatakan, matinya sembilan kambing itu diketahui oleh pemiliknya, Hardi Suwito (82), pada Rabu (28/10) pukul 05.30 WIB. Lokasi kandang kambing itu berjarak sekitar 500 meter dari rumah Hardi.

"Sampai di kandang, saksi terkejut melihat kambingnya yang berjumlah delapan ekor mati dengan kondisi mengenaskan, yakni tercabik-cabik dan ada luka gigitan di leher, perut dan kaki bagian belakang," ujarnya.

ADVERTISEMENT

Delapan ekor kambing yang mati itu terdiri dari enam ekor anak kambing berumur sekira empat bulan dan dua ekor kambing indukan. Adapun empat ekor kambing indukan lain yang berada di kandang yang sama masih hidup.

"Saat saksi berjalan di sekitar kandang, kembali menemukan seekor lagi kambingnya mati dengan kondisi mengenaskan. Jadi total kambing yang mati ada sembilan ekor," ucap Tukiran.

Setelah menerima laporan dari pamong Kalurahan Bohol, anggota Polsek Rongkop segera mendatangi lokasi kejadian.

Tukiran menambahkan, jauhnya lokasi kandang dari rumah dan minimnya penerangan serta penjagaan diduga menyebabkan hewan liar leluasa memangsa kambing.

"Tadi petugas sudah koordinasi dengan Puskeswan Rongkop, pamong kalurahan dan tokoh masyarakat agar kejadian serupa tidak terulang. Nah, tadi pemilik ternak disarankan membawa kambing atau sapinya yang dipelihara ke ladang agar dibawa pulang ke rumah," pungkasnya.

Teror Hewan Buas Sejak 2017

Diberitakan sebelumnya, serangan hewan buas memangsa ternak menjadi teror yang berulang di sebagian wilayah Gunungkidul sejak 2017. Dinas Pertanian dan Pangan (DPP) Gunungkidul menyebut kondisi itu biasanya terjadi saat sumber air seperti telaga sedang mengering.

"Jadi serangan binatang liar pada ternak di Gunungkidul sudah terjadi sejak tahun 2017 dan terulang setiap tahun," kata Kepala DPP Gunungkidul, Rismiyadi saat dihubungi detikJogja, Senin (26/10/2026).

Hal itu disampaikan Rismiyadi saat dimintai konfirmasi terkait kasus matinya dua ekor kambing dalam kondisi tercabik-cabik di Saptosari, Gunungkidul, pekan lalu.

Rismiyadi mengatakan, DPP mencatat fenomena serangan terhadap hewan ternak pernah terjadi di wilayah Kapanewon Wonosari, Purwosari, Saptosari, Tepus, Girisubo, dan Karangmojo. Bahkan, berpotensi terjadi di beberapa wilayah yang lain di Gunungkidul.

"Selain itu, serangan binatang liar tersebut biasa terjadi pada saat mata air terutama telaga mengalami penurunan debit air," ujarnya.

Rismiyadi menilai perlu menjamin keamanan dan kelangsungan hidup ternak, khususnya kambing dari ancaman serangan binatang liar. Di mana hal itu memerlukan langkah antisipasi pengamanan oleh masyarakat.

Pihaknya mengeluarkan surat terkait antisipasi serangan hewan liar terhadap ternak kepada Panewu dan Lurah se-Gunungkidul. Antisipasi itu salah satunya meminta pemilik memindahkan ternak dari ladang yang jauh ke sekitar rumah dan menggalakkan ronda malam.

"Karena kasus kejadian serangan tersebut rata-rata di lokasi pegunungan dan ladang yang jauh dari rumah warga," ucap Rismiyadi.

Apabila upaya tersebut belum bisa dilakukan, Rismiyadi menilai tetap diperlukan kesiagaan dini melalui pengamatan dan pengawasan ternak yang dipelihara lokasi perbukitan.

"Jadi masyarakat juga bisa melakukan pengawasan rutin dengan ronda atau jaga malam. Juga bisa meninggikan pagar kandang, memperkokoh dinding. Sehingga binatang liar tidak bisa menerobos masuk serta pemasangan lampu penerangan di area kandang," ujarnya.

Antisipasi juga bisa dengan meningkatkan kegiatan Komunikasi, Edukasi dan Informasi (KIE) kepada masyarakat tentang pola hidup siklus kejadian serangan binatang liar tersebut. Sehingga masyarakat sudah lebih dahulu bersiap sebelum serangan terjadi.

"Juga segera melaporkan kepada petugas terdekat jika menjumpai kasus serangan binatang liar terhadap hewan ternak milik warga, baik secara langsung melalui UPT, Puskeswan atau bisa melalui hotline pada aplikasi LaporDok," ucapnya.

Peternak Dijanjikan Bantuan

Dinas Pertanian dan Pangan Gunungkidul juga menyebut ada bantuan bagi peternak yang menjadi korban.

"Iya, ada. Jadi kalau ternak yang terkena gigitan binatang skemanya lewat Baznas, nanti kita ajukan dan bentuknya tali asih," kata Rismiyadi.

Skema tali asih itu melalui Baznas, karena belum ada peraturan soal pemberian kompensasi bagi warga yang ternaknya mati akibat serangan hewan liar. Saat ini baru ada Perbup No.10 Tahun 2025, tentang Tata Cara Pemberian Kompensasi dan/atau Bantuan Pemberantasan Penyakit Hewan Menular dan Tata Cara Pemberian Kompensasi Hewan Sehat Akibat Depopulasi. Adapun kompensasi itu menggunakan dana Belanja Tak Terduga (BTT) yang bersumber dari APBD.

"Kalau sekarang kan peraturannya baru mengatur ternak mati karena penyakit hewan menular. Jadi, meski belum ada aturannya kita mencoba untuk melalui pembiayaan lain, dalam hal ini Baznas," ujarnya.

Teknisnya, Pemerintah Kapanewon akan melakukan pendataan terkait ternak yang mati akibat serangan hewan liar di wilayahnya. Setelah itu, Kapanewon melaporkannya ke Bupati dan Pemkab akan berkoordinasi dengan Baznas.

"Jadi sudah kami usulkan ke Baznas untuk tali asih terkait ternak mati akibat serangan hewan liar," ucapnya.

Ia menyebut besaran bantuan akan ditentukan melalui hasil verifikasi Baznas. Pihaknya juga memberikan syarat desil agar bantuan tepat sasaran.

"Baznas yang menentukan besarannya. Tapi sepertinya lebih sedikit dari tali asih untuk ternak yang mati karena penyakit hewan menular," jelasnya.

Kasus 2 Kambing Mati Tercabik

Seperti diketahui, kematian hewan ternak akibat diduga hewan liar kembali terjadi di Gunungkidul. Kali ini dua ekor kambing milik warga di Saptosari, Gunungkidul, ditemukan mati dalam kondisi tercabik-cabik.

"Iya, benar. Ada dua ekor kambing yang mati di Kanigoro dengan kondisi tercabik-cabik," kata Kapolsek Saptosari AKP Sigit Teja Sukmana saat dihubungi detikJogja, Rabu (21/10) lalu.

Dua kambing itu milik dua orang berbeda. Kambing pertama milik Pardi warga Klepu, Planjan, Saptosari, Gunungkidul.

Sementara kambing kedua milik Bejo, warga Kanigoro. Kedua kambing itu sama-sama ditemukan mati diduga diterkam hewan liar.

"Jadi awalnya pemilik mau mengecek kandang dan menemukan kambingnya sudah mati dengan kondisi seperti habis dimakan," ujarnya.

Sebelumnya, beberapa peristiwa serupa pernah terjadi. Dalam periode Agustus-September, kasus serupa setidaknya terjadi di Playen, Tepus, dan Panggang. Bahkan, di Tepus 7 kambing mati dan di Panggang tercatat 2 sapi mati diduga diterkam hewan liar.

BKSDA Bakal Cek Lokasi
Sementara itu, untuk memastikan penyebab matinya dua ekor kambing di Saptosari itu, Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Jogja akan melakukan pengecekan di lokasi.

"Soal dua ekor kambing yang dilaporkan mati, saat ini informasi mengenai penyebab kematian tersebut masih perlu diklarifikasi dan diverifikasi lebih lanjut," kata Humas BKSDA Jogja, Desy Rachmawati saat dihubungi detikJogja, Senin (26/10/2026).

"Kami akan melakukan pengecekan ke lokasi dan berkoordinasi dengan instansi terkait untuk memastikan informasi dan kondisi di lapangan," imbuh dia.

Hingga kemarin, BKSDA Jogja belum dapat menyimpulkan penyebab pasti kematian dua ekor kambing tersebut. Menurut Desy, semua itu harus mengacu pada hasil pemeriksaan dari pihak yang berwenang atau yang kompeten.

"Oleh karena itu, kami mengimbau agar informasi yang beredar tidak terlebih dahulu dikaitkan dengan satwa liar atau faktor tertentu sebelum diperoleh hasil pemeriksaan," ujarnya.

Nantinya, jika hasil dari pemeriksaan telah keluar maka BKDSA akan mengungkapkannya ke publik.

Halaman 2 dari 2
(dil/apu)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

&nbsp

&nbsp

&nbsp

&nbsp

&nbsp

&nbsp

&nbsp

&nbsp

Jual Tiket & Promosikan
Acaramu hanya di detikevent!

Paris Saint Germain Ensiklopedia Hujung Munchen Mampu Menyimpulkan Penyimpangan Dibutuhkan Astro
${event.name}

${event.name}

${this.helper.parseDate(event)}
${this.helper.parsePrice(event.price_min)}
Pesan Tiket
`; } renderMultiple(events) { if (!events || events.length === 0) return; this.shadowRoot.innerHTML = `
detikevent

Jual Tiket
& Promosikan Acaramu
hanya di detikevent!

Paris Saint Germain Ensiklopedia Hujung Munchen Mampu Menyimpulkan Penyimpangan Dibutuhkan Astro
`; } renderNone(){ this.shadowRoot.innerHTML = `
No Event Available
`; } } customElements.define("cb-detikevent", CbDetikevent);
Berita detikcom Lainnya
Explore IndonesiaNow
Widespread Strikes Hit Italy as Protesters Take to the Streets Over Rising Cost of Living

Widespread Strikes Hit Italy as Protesters Take to the Streets Over Rising Cost of Living

5 New Movie Recommendations for This Weekend

5 New Movie Recommendations for This Weekend

Read in English `; constructor() { super(); this.attachShadow({ mode: "open" }); } async connectedCallback() { this.shadowRoot.innerHTML = CbIndonesiaNow.html; } } customElements.define("cb-indonesia-now", CbIndonesiaNow);
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Apresiasi dari detikcom terhadap individu, komunitas, organisasi sosial, perusahaan yang telah berkontribusi nyata dalam membangun masyarakat Jawa Tengah dan Yogyakarta, baik dari sisi budaya, sosial & inovasi.

`; } constructor() { super(); this.attachShadow({ mode: "open" }); this.shadowRoot.innerHTML = CbDetikJatengJogjaAwards.html; } async connectedCallback() { new Swiper(this.shadowRoot.querySelector(".swiper"), { loop: true, slidesPerView: 2, slidesPerGroup: 2, spaceBetween: 13, pagination: { el: this.shadowRoot.querySelector(".swiper-pagination"), clickable: true, }, navigation: { nextEl: this.shadowRoot.querySelector(".swiper-button-next"), prevEl: this.shadowRoot.querySelector(".swiper-button-prev"), }, }); } } customElements.define("cb-detikjatengjogja-awards", CbDetikJatengJogjaAwards);

Loker Jogja

Komentar Terbanyak

Berita Terpopuler

Hide Ads