Seorang nenek melabrak cucunya yang ditangkap polisi bersama ketiga rekannya di Polsek Singkil, Kota Manado, Sulawesi Utara (Sulut). Keempat remaja di bawah umur ini diamankan polisi karena mengisap lem dan kedapatan salah satunya membawah panah wayer.
"Anak-anak ini isap ehabond lalu digeledah dan ditemukan anak panah wayer," kata Kapolsek Singkil, Ipda Matrial Barahama kepada detikcom, Jumat (30/10/2026).
Keempat remaja itu mengisap lem di bantaran sungai DAS Tondano, tepatnya di kelurahan Ketang Baru, pada Selasa (27/10). Melihat kedatangan polisi, keempat remaja tersebut kemudian lari ke Lapangan Ketang Baru.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Anak-anak ini ditangkap di lapangan Ketang Baru," imbuhnya.
Matrial mengatakan keempat remaja itu kemudian dibawa ke Polsek Singkil untuk diamankan. Saat di Polsek, salah satu nenek remaja itu memarahi hingga memukul cucunya.
"Salah satu remaja yang diamankan cucu ibu dalam video, itu bukan yang memiliki panah wayer," bebernya.
Dia menambahkan anak di bawah umur yang diamankan berjumlah 4 orang. Setelah orang tuanya dipanggil dan dilakukan pembinaan, keempatnya kemudian dipulangkan
"Kami amankan mereka tidak lebih 1 kali 24 jam karena anak-anak di bawah umur," ucapnya.
Matrial turut meluruskan informasi beredar jika keempat remaja itu ditangkap bukan karena akan melakukan tawuran antarkampung (tarkam). Namun mereka diamankan karena didapati sedang menghisap lem dan salah satunya memiliki panah wayer.
"Mereka tak melakukan tarkam," pungkasnya.
Dalam video yang beredar, tampak seorang nenek berada di ruangan Polsek Singkil. Di situ terlihat wanita lansia itu sedang memarahi para remaja tersebut sampai memukul mereka semua yang diamankan polisi.































































