Penyerang PSIM Jogja, Maurro Caballero, mendapatkan sanksi dari Komite Disiplin (Komdis) PSSI atas tindakan diskriminasi yang dia lakukan kepada pemain Bhayangkara FC pada laga di Super League 2026/2027 pekan lalu. Manajemen PSIM mengajukan banding terkait hal itu.
"Sanksi yang dikeluarkan oleh Komdis kan 10 pertandingan dan kita menempuh jalur banding yang sudah kita proses. Jadi, harapan kami tentu secepatnya ada keputusan, supaya kondisi Mauro ada kejelasan ke depannya," ujar Manajer PSIM, Iksan Mahar kepada wartawan, Jumat (30/10/2026).
Adapun sanksi tersebut tertuang dalam keputusan bernomor 044/SL/SK/KD-PSSI/X/2026, Komdis PSSI menjatuhkan hukuman larangan bertanding selama 10 pertandingan kepadanya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Iksan menambahkan, tindakan Mauro tidak diskriminatif kepada pemain lawan. Maka itu, pihak manajemen melakukan banding terkait hal itu.
"Yang pasti kita tim yang sangat anti terhadap tindakan rasis atau diskriminatif bernuansa SARA. Mauro memastikan tidak ada tindakan diskriminatif yang dilakukan dan itu yang menjadi sikap kami untuk mengajukan banding ini," tegasnya.
Sementara itu, Mauro juga menegaskan tak melakukan tindakan rasis pada pemain Bhayangkara.
"Sepanjang karier saya, saya selalu bertindak profesional dan menjadi rekan tim yang baik. Saya punya teman di semua benua, orang-orang dari budaya, agama, dan latarbelakang berbeda. Dan saya selalu menghormati orang lain. Saya menentang segala bentuk rasisme, saya selalu menghormati orang lain. Begitulah orangtua saya mendidik saya," ungkapnya dikutip dari akun media sosial Instagramnya.

































































