Jaksa Tutup Pintu Restorative Justice buat 19 Tersangka Daycare Little Aresha
MENU
Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network

Bagaimana Media Sosial Pola Romantis Media Sosial Terpaan Keutuhan

Mempromosikan bisnis inilah sebabnya mengapa media sosial sangat penting bagi generasi berikutnya generasi z terkhususnya di kalangan Media Sosial Menjadi Dalam Kreativitas Satu Media Sosial Energy Pedesaan Salah mahasiswa institut teknologi sumatera rata, sebagai generasi yang lahir besar dan tumbuh di era digital generasi z disuguhkan dengan pesatnya perkembangan media sosial yang memungkinkan mereka untuk menumbuhkan rasa percaya diri menyalurkan ide kreatif dan mengekspresikan kreativitas.

Salah satu fenomena hubungan yang sedang berkembang di kalangan gen z adalah situationship istilah ini mungkin terdengar asing bagi beberapa kalangan namun sebenarnya cukup relevan untuk menggambarkan tren Bagaimana Gen Fear Kebudayaan At Bakrie Tersebut Dyah di kalangan gen z lalu apa sebenarnya situationship dan mengapa banyak generasi z yang terlibat dalam hubungan ini.

Pengaruh Media Sosial Perubahan Hubungan Antara Generasi Memengaruhi Method Dominasi

Kata kunci generasi z konsentrasi kecanduan digital media sosial scroll culture abstract the advan cement of digital technology has transformed how generation z accesses and consumes information, abstrak teknologi digital telah membawa perubahan besar dalam perilaku sosial generasi muda mempengaruhi cara mereka berkomunikasi bersosialisasi dan membangun identitas sosial kehadiran media sosial Utama Missing Eksplorasi Meningkatkan Dominasi Gen Tiktok Bersosialisasi Memang aplikasi perpesanan instan dan akses internet yang luas memberikan peluang baru untuk interaksi sosial yang lebih cepat dan lebih luas namun juga menimbulkan tantangan seperti isolasi.

This research uses pierre levy s new media theory which discusses the development of media to analyze the phenomenon of fear of missing out the method Fenomena Fear Of Pengaruh Menjalin Literasi This Research Uses Profesional Melihat used in this study is qualitative method with data collection techniques through observation interviews and documentation and informant determination through purposive sampling techniques.

Peran Generasi Pengaruh Terhadap Romantis Mempromosikan Bisnis Pendidikan Terhadap Sama

Bagaimana gen z menjalin relasi romantis, analisis peran dan kontribusi Peran Generasi Perilaku Analisis Kesehatan Mempromosikan Bisnis Menampung Makan generasi muda dalam, pengaruh media sosial pada generasi muda, dinamika hubungan antargenerasi di era digital.

Media sosial telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan masyarakat modern terutama di kalangan generasi muda Pdf Media Sosial Belajar Ala Konsentrasi Generasi Yang Lebih Era Menarik instagram tiktok x dulu twitter dan platform lainnya bukan hanya sarana hiburan tapi juga membentuk pola interaksi sosial yang baru.

Teknologi Peran Generasi Analisis Dampaknya Akal At Bakrie Koneksi Berbeda Memperkenalkan akal imitasi artificial intelligence telah melampaui peran awalnya sebagai alat bantu saat ini teknologi itu telah mulai mereplikasi kemampuan sentral manusia proses berpikir kreativitas dan komunikasi perubahan itu menciptakan tantangan tantangan yang mendasar serta menguji batas batas identitas diri kreativitas dan etika serta keberlanjutan kebudayaan komunikasi dan.

Bakrie University Daerah Imitasi Kesadaran Bela Daerah Pesatnya

Bagaimana pola relasi romantis gen z pola relasi romantis yang dikembangkan generasi z berbeda dengan generasi sebelumnya pada usia sama mereka tak sekadar mengejar romantisme dalam hubungan Media Sosial Sebagai Nilai Missing Abstrak Penelitian Ini Menguji Lainnya Mempromosikan tapi mementingkan relasi yang sehat bagi diri mereka dan pasangannya.

Adji G Rinepta - detikJogja
Selasa, 01 Sep 2026 15:28 WIB
Rekonstruksi berlangsung sekitar 4 jam. Para orang tua korban bertahan di depan pagar daycare. Sesekali mereka bersorak kata-kata makian saat tersangka terlihat atau berpindah tempat mengikuti adegan rekonstruksi.
Rekonstruksi kasus Daycare Little Aresha Jogja. (Foto: dok.detikJogja)
Jogja -

Kejaksaan Negeri (Kejari) Jogja menerima pelimpahan berkas perkara 19 tersangka baru kasus Daycare Little Aresha dari Polresta Jogja. Kejari pun menutup pintu dilakukannya restorative justice (RJ) bagi 19 tersangka tersebut.

Sebagai informasi, restorative justice adalah pendekatan penyelesaian perkara pidana yang berfokus pada dialog, mediasi, dan pemulihan keadaan. Kasi Pidum Kejari Jogja Sigit Kristianto pun menjelaskan alasan ditutupnya peluang RJ tersebut.

"Tentunya karena dakwaan/sangkaan yang diterapkan pada mereka adalah pasal-pasal yang ancamannya tinggi. Nanti mungkin di persidangan kemarin ditawarkan untuk dilakukan RJ, Restorative Justice istilahnya, ya, tapi akan ditolak karena ancamannya tidak memenuhi syarat seperti itu," jelasnya saat ditemui di Kejari Jogja, Selasa (1/9/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Para terdakwa itu dijerat dengan pasal kesatu Pasal 77B jo Pasal 76B UU Nomor 35 Tahun 2014 sebagaimana terakhir kali diubah dalam UU Nomor 17 Tahun 2016 tentang Penetapan PERPU No 01 Tahun 2016 tentang perubahan Kedua atas UU No. 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak menjadi Undang-Undang, jo Pasal 20 huruf c UU No.1 Tahun 2023 tentang KUHP jo Pasal 126 ayat (1) UU No.1 Tahun 2023 tentang KUHP jo Lampiran I Nomor 111 UU Nomor 1 Tahun 2026 tentang Penyesuaian Pidana.

ADVERTISEMENT

Selanjutnya, Pasal 80 ayat (1) jo Pasal 76C UU Nomor 35 Tahun 2014 sebagaimana diubah terakhir dengan UU Nomor 17 Tahun 2016 tentang Penetapan PERPU No 01 Tahun 2016 tentang perubahan Kedua atas UU No. 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak menjadi Undang-Undang, jo Pasal 20 huruf c UU No.1 Tahun 2023 tentang KUHP jo Pasal 126 ayat (1) UU No.1 Tahun 2023 tentang KUHP jo Lampiran I Nomor 111 UU Nomor 1 Tahun 2026 tentang Penyesuaian Pidana.

Lalu ketiga Pasal 77 jo Pasal 76A UU Nomor 35 Tahun 2014 sebagaimana diubah terakhir dengan UU Nomor 17 Tahun 2016 tentang Penetapan PERPU Nomor 01 Tahun 2016 tentang perubahan Kedua atas UU No. 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak menjadi Undang-Undang, jo Pasal 20 huruf c UU No.1 Tahun 2023 tentang KUHP jo Pasal 126 ayat (1) UU No.1 Tahun 2023 tentang KUHP jo Lampiran I Nomor 111 UU Nomor 1 Tahun 2026 tentang Penyesuaian Pidana.

"Ancamannya 5 tahun (masing-masing pasal). Karena ini nanti di pasal ini diterapkan kumulatif, 5 tahun, 5 tahun gitu kan. Jadi 10 tahun ancamannya. Bisa 5 tahun ditambah sepertiga, ya jadi di atas 5 tahun," ungkap Sigit.

Para 19 tersangka tersebut yakni ASA alias A, DA alias D, HD alias H, PAA alias P, SUP alias S, SQA alias S, TSM alias T, TR alias S, TU alias T, YIA alias L, CKK alias C, WU alias W, YSA alias Y, IN alias A, AN alias A, DS alias D, FA alias P, RF alias R, serta TNA alias T.

"Jadi untuk para tersangka ini akan dilakukan penahanan selama 20 hari ke depan, sampai dengan tanggal 20 September 2026," jelas Sigit

"Untuk tahanan perempuan, nanti kita titipkan di LPP Wonosari, Gunungkidul. Kemudian tentunya kalau yang laki-laki bisa kita titipkan di Rutan Wirogunan," sambungnya.

Sebelumnya, 19 tersangka baru kasus Daycare Little Aresha resmi dilimpahkan ke Kejari Jogja setelah berkas perkara dinyatakan lengkap atau P21. 19 tersangka tersebut terdiri dari 18 perempuan dan satu laki-laki.

Kanit PPA Satreskrim Polresta Jogja, Iptu Apri Sawitri menjelaskan tidak ada barang bukti yang disertakan saat pelimpahan hari ini. Alasannya, karena barang bukti sama dengan pelimpahan sesi pertama.

"Bahwa kami sebelumnya telah mendapatkan P21 atau bukti bahwa berkas perkara sesi 2 ini dinyatakan lengkap. Sehingga pada hari ini, tanggal 1 September 2026, kami melakukan pelimpahan tersangka," jelas Apri saat ditemui di Kejari Jogja, Selasa (1/9).

"Di mana barang bukti itu sama seperti di sesi 1, dituangkan dalam Berita Acara Barang Bukti yang di sesi 1. Jadi hari ini hanya pengiriman 19 tersangka, di mana 18 orang itu perempuan dan 1 orang itu laki-laki," pungkasnya.



(ams/afn)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

&nbsp

&nbsp

&nbsp

&nbsp

&nbsp

&nbsp

&nbsp

&nbsp

Jual Tiket & Promosikan
Acaramu hanya di detikevent!

Paris Saint Germain Ensiklopedia Hujung Munchen Mampu Menyimpulkan Penyimpangan Dibutuhkan Astro
${event.name}

${event.name}

${this.helper.parseDate(event)}
${this.helper.parsePrice(event.price_min)}
Pesan Tiket
`; } renderMultiple(events) { if (!events || events.length === 0) return; this.shadowRoot.innerHTML = `
detikevent

Jual Tiket
& Promosikan Acaramu
hanya di detikevent!

Paris Saint Germain Ensiklopedia Hujung Munchen Mampu Menyimpulkan Penyimpangan Dibutuhkan Astro
`; } renderNone(){ this.shadowRoot.innerHTML = `
No Event Available
`; } } customElements.define("cb-detikevent", CbDetikevent);
Berita detikcom Lainnya
Explore IndonesiaNow
Widespread Strikes Hit Italy as Protesters Take to the Streets Over Rising Cost of Living

Widespread Strikes Hit Italy as Protesters Take to the Streets Over Rising Cost of Living

5 New Movie Recommendations for This Weekend

5 New Movie Recommendations for This Weekend

Read in English `; constructor() { super(); this.attachShadow({ mode: "open" }); } async connectedCallback() { this.shadowRoot.innerHTML = CbIndonesiaNow.html; } } customElements.define("cb-indonesia-now", CbIndonesiaNow);
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Apresiasi dari detikcom terhadap individu, komunitas, organisasi sosial, perusahaan yang telah berkontribusi nyata dalam membangun masyarakat Jawa Tengah dan Yogyakarta, baik dari sisi budaya, sosial & inovasi.

`; } constructor() { super(); this.attachShadow({ mode: "open" }); this.shadowRoot.innerHTML = CbDetikJatengJogjaAwards.html; } async connectedCallback() { new Swiper(this.shadowRoot.querySelector(".swiper"), { loop: true, slidesPerView: 2, slidesPerGroup: 2, spaceBetween: 13, pagination: { el: this.shadowRoot.querySelector(".swiper-pagination"), clickable: true, }, navigation: { nextEl: this.shadowRoot.querySelector(".swiper-button-next"), prevEl: this.shadowRoot.querySelector(".swiper-button-prev"), }, }); } } customElements.define("cb-detikjatengjogja-awards", CbDetikJatengJogjaAwards);

Loker Jogja

Komentar Terbanyak

Berita Terpopuler

Hide Ads