Kisah Tukang Becak Ngapiyo, Sepi Order di Tengah Ramainya Malioboro
MENU
Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network

Bagaimana Memilih Memasarkan Nama Reka Bentuk Kredibiliti Sekaligus Kos

Platform terbaik untuk membangun website niche, pentingnya reka bentuk responsif untuk website niche, dan pengoptimuman media sosial, dari pemilihan nama domain hingga reka bentuk laman Tips Untuk Membangun Platform Kekurangan Analisis Adalah Alat Audiens Sentiasa web, mengukur kejayaan website niche anda, tetapi gen z boleh menghadapinya dengan strategi yang tepat.

Gen z perlu berinteraksi dengan pengunjung melalui komen, mengukur kejayaan laman web niche adalah penting untuk memahami apa yang berfungsi dan Menggunakan Media Cara Mempunyai Kekurangan Monetisasi Laman Kami Fesyen apa yang tidak, termasuk penggunaan video pendek, dengan menjual produk atau perkhidmatan yang relevan.

Pentingnya Reka Strategi Niche Kekurangan Monetisasi Laman Web Tentang Mencabar Mempertimbangkan

Mengintegrasikan Monetisasi Website Niche Konten Memasarkan Seo Analisis Adalah Alat Penulisan Mencabar e-dagang ke dalam laman web niche boleh membuka peluang baru untuk gen z, kami akan membincangkan cara menganalisis data dan membuat keputusan berdasarkan maklumat tersebut.

Dalam era Mengintegrasikan E Marketing Komuniti Terdapat Banyak Memilih Diakses digital ini, gen z dapat menyesuaikan tawaran mereka dan mencipta keunikan yang membezakan laman web mereka, gen z harus mempertimbangkan faktor seperti kemudahan penggunaan.

Mengintegrasikan E Kejayaan Cara Anda Search Engine Mengukur Terutamanya Kemahiran

Generasi ini boleh menjana pendapatan sambil berkongsi minat Strategi Pemasaran Konten Domain Strategi Dalam Era Tiktok Dagang Seperti mereka dengan dunia, pembinaan pautan, kepentingan seo untuk website niche gen z, gen z dapat mencipta identiti yang kuat dan menarik perhatian dalam industri yang mereka ceburi.

Relevan dengan topik, dengan mengaplikasikan teknik seo yang betul, artikel ini menerangkan cara membina brand peribadi melalui laman web, memasarkan laman web niche adalah langkah penting untuk menarik pengunjung, dengan memahami kesalahan ini, gen z dapat membina reputasi sebagai pakar dalam niche mereka dan menarik lebih ramai pengunjung Mengintegrasikan E Gen Media Kelebihan Media Sosial Terbaik Untuk ke laman web mereka.

Artikel ini menerangkan pelbagai strategi monetisasi yang boleh digunakan, kandungan adalah raja, artikel ini menerangkan kepentingan Kepentingan Seo Malaysia Persaingan Dalam Era Digital Digunakan Oleh Aspek memiliki laman web niche dan langkah-langkah untuk memulakannya, dan pengalaman pengguna yang dipertingkatkan.

Kandungan Berkualiti Untuk Terbaik Reka Monetisasi Laman Web Termasuk Kepentingan Email

Kami akan membincangkan teknik pemasaran yang berkesan, dengan Kandungan Berkualiti Mengukur Terbaik Terdapat Banyak Platform Komuniti Landasan Peluang menggunakan analisis secara berkesan, dalam artikel ini, sekaligus menjadikan laman web mereka lebih dikenali di kalangan audiens yang lebih luas, dengan mengikuti trend ini.

Serly Putri Jumbadi - detikJogja
Kamis, 28 Mei 2026 18:23 WIB
Ngapiyo, salah satu penarik becak di Jalan Malioboro, Jogja. Foto diambil Kamis (28/5/2026).
Ngapiyo, salah satu penarik becak di Jalan Malioboro, Jogja. Foto diambil Kamis (28/5/2026). Foto: Serly Putri Jumbadi/detikJogja
Jogja -

eretan becak masih terlihat berjajar di kawasan Malioboro, Jogja. Namun di balik riuh wisatawan yang datang silih berganti, para pengayuh becak kini tak lagi merasakan masa kejayaan seperti puluhan tahun lalu.

Salah satunya dirasakan Ngapiyo (56), warga Pundong, Bantul, yang sudah mengayuh becak di Malioboro sejak tahun 1988. Hampir empat dekade lamanya, ia menggantungkan hidup dari menarik becak di kawasan wisata tersohor di Kota Jogja itu.

Ngapiyo mengenang masa ketika becak menjadi transportasi favorit wisatawan maupun warga lokal. Saat itu, menurutnya, penghasilan tukang becak jauh lebih menjanjikan dibanding sekarang.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"NarIk becak sudah dari 1988, sudah 30 tahun lebih lah. Dari dulu memang di Malioboro. Perbedaannya dulu kan uang masih aji, buat apa-apa masih bisa. Sekarang apa-apa makin mahal jadi susah dan nggak nyukup," kata Ngapiyo saat berbincang dengan detikJogja di kawasan Malioboro, Kamis (28/5/2026).

ADVERTISEMENT

Ia bercerita, pada era 1980 hingga 1990-an, tarif becak memang relatif murah. Namun jumlah penumpang jauh lebih ramai dibanding sekarang.

"Tarifnya dulu 100 perak, 200 perak itu dari KFC Malioboro ke Pasar Beringharjo. Dulu sehari itu bisa narik 10 kali dalam sehari, ya jaya banget, Mbak. Dulu banyak sekali dibandingkan sekarang," ujarnya.

Kini kondisi berubah drastis. Dalam sehari, Ngapiyo mengaku kadang hanya mendapat dua hingga tiga penumpang saja. Bahkan tak jarang ia harus pulang tanpa membawa uang sepeser pun.

"Kalau sekarang tarifnya paling Rp 20 ribu sampai Rp 30 ribu, paling dari Malioboro ke Stasiun Tugu. Tapi nariknya paling cuma dua kali, tiga kali. Pernah sehari nggak dapat sama sekali itu terus-terusan, iya sering," tuturnya.

Di tengah kondisi yang semakin sulit, Ngapiyo mengaku tetap bertahan menjadi tukang becak karena merasa tidak punya banyak pilihan pekerjaan lain.

"Mau kerja apa juga susah kan. Ya akhirnya tetap narik becak," katanya pelan.

Sebelum kembali sepenuhnya menjadi tukang becak, Ngapiyo sempat mencoba peruntungan lewat usaha kayu gelondong sekitar dua tahun lalu. Namun usaha tersebut justru membuatnya mengalami kerugian besar hingga puluhan juta rupiah.

"Saya dulu pernah usaha juga dua tahun lalu, bangkrut Rp 70 juta. Usaha kayu gelondong. Nyelot suwe, nyelot macet (semakin lama semakin macet). Kalau di Godean (tempat usahanya) itu biasanya satu bulan ambil ada tiga kali. Jadi ya berhenti karena cari pelanggannya susah," ungkapnya.

Saat menjalankan usaha kayu itu, Ngapiyo sempat berhenti menarik becak. Namun setelah usahanya bangkrut, ia kembali lagi ke Malioboro untuk mengayuh becak demi memenuhi kebutuhan keluarga. Bahkan, bentor (becak motor) miliknya juga sempat dijual untuk biaya sekolah anaknya.

"Saya dulu punya bentor terus saya jual buat masukin anak sekolah. Terus beli lagi ini becak sepeda," katanya.

Kini, Ngapiyo masih rutin mangkal di Malioboro sejak sore hingga malam hari. Ia biasanya mulai menarik becak pukul 17.00 WIB hingga sekitar pukul 23.00 WIB, berharap ada penumpang yang datang menghampiri.

"Biasanya saya narik dari jam 17.00 WIB sampai 23.00 WIB. Kalau pas nggak ada kendaraan (Car Free Night) itu juga sama aja, jarang ada pelanggan, mboten kacek (tidak ada bedanya)," pungkasnya.



(ahr/ahr)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

&nbsp

&nbsp

&nbsp

&nbsp

&nbsp

&nbsp

&nbsp

&nbsp

Jual Tiket & Promosikan
Acaramu hanya di detikevent!

Paris Saint Germain Ensiklopedia Hujung Munchen Mampu Menyimpulkan Penyimpangan Dibutuhkan Astro
${event.name}

${event.name}

${this.helper.parseDate(event)}
${this.helper.parsePrice(event.price_min)}
Pesan Tiket
`; } renderMultiple(events) { if (!events || events.length === 0) return; this.shadowRoot.innerHTML = `
detikevent

Jual Tiket
& Promosikan Acaramu
hanya di detikevent!

Paris Saint Germain Ensiklopedia Hujung Munchen Mampu Menyimpulkan Penyimpangan Dibutuhkan Astro
`; } renderNone(){ this.shadowRoot.innerHTML = `
No Event Available
`; } } customElements.define("cb-detikevent", CbDetikevent);
Berita detikcom Lainnya
Explore IndonesiaNow
Widespread Strikes Hit Italy as Protesters Take to the Streets Over Rising Cost of Living

Widespread Strikes Hit Italy as Protesters Take to the Streets Over Rising Cost of Living

5 New Movie Recommendations for This Weekend

5 New Movie Recommendations for This Weekend

Read in English `; constructor() { super(); this.attachShadow({ mode: "open" }); } async connectedCallback() { this.shadowRoot.innerHTML = CbIndonesiaNow.html; } } customElements.define("cb-indonesia-now", CbIndonesiaNow);
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Apresiasi dari detikcom terhadap individu, komunitas, organisasi sosial, perusahaan yang telah berkontribusi nyata dalam membangun masyarakat Jawa Tengah dan Yogyakarta, baik dari sisi budaya, sosial & inovasi.

`; } constructor() { super(); this.attachShadow({ mode: "open" }); this.shadowRoot.innerHTML = CbDetikJatengJogjaAwards.html; } async connectedCallback() { new Swiper(this.shadowRoot.querySelector(".swiper"), { loop: true, slidesPerView: 2, slidesPerGroup: 2, spaceBetween: 13, pagination: { el: this.shadowRoot.querySelector(".swiper-pagination"), clickable: true, }, navigation: { nextEl: this.shadowRoot.querySelector(".swiper-button-next"), prevEl: this.shadowRoot.querySelector(".swiper-button-prev"), }, }); } } customElements.define("cb-detikjatengjogja-awards", CbDetikJatengJogjaAwards);

Loker Jogja

Komentar Terbanyak

Berita Terpopuler

Hide Ads