Umat Islam tengah bersiap menyambut tahun baru. Namun sebelum memasuki 1 Muharam 1448 Hijriah, tak ada salahnya memanjatkan doa akhir tahun.
Dikutip detikSulsel, Berdasarkan Surat Keputusan Bersama (SKB) Menteri Agama, Menteri Ketenagakerjaan, dan Menteri PANRB Nomor 1017 Tahun 2025, Nomor 2 Tahun 2025, dan Nomor 2 Tahun 2025 tentang Hari Libur Nasional dan Cuti Bersama Tahun 2026, tanggal 16 Juni 2026 merupakan libur nasional dalam rangka Tahun Baru Islam 1 Muharam 1448 Hijriah.
Itu artinya, hari ini, Senin (15/6/2026), merupakan hari terakhir di bulan Zulhijah 1447 Hijriah. Lantas, kapan dan bagaimana memanjatkan doa akhir tahun?
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dikutip detikHikmah, ada waktu khusus yang dianjurkan untuk membaca doa akhir tahun. Doa akhir tahun dibaca sebanyak tiga kali sebelum masuk waktu Magrib pada hari terakhir bulan Zulhijah.
Jadi, detikers bisa membaca doa akhir tahun Islam pada sore ini. Berikut bacaannya mulai dari aksara Arab, Latin, hingga terjemahannya.
Doa Akhir Tahun Islam
Dalam buku Terjemah dan Fadhilah Majmu' Syarif karya Ustaz Rusdianto, dicantumkan doa akhir tahun Hijriah sebagai berikut:
اللَّهُمَّ مَا عَمِلْتُ مِنْ عَمَلٍ فِي هَذِهِ السَّنَةِ مَا نَهَيْتَنِي عَنْهُ وَلَمْ أَتُبْ مِنْهُ وَحَلُمْتَ فِيهَا عَلَيَّ بِفَضْلِكَ بَعْدَ قُدْرَتِكَ عَلَى عُقُوبَتِي وَدَعَوْتَنِي إِلَى التَّوْبَةِ مِنْ بَعْدِ جَرَانَتِي عَلَى مَعْصِيَتِكَ فَإِنِّي اسْتَغْفَرْتُكَ فَاغْفِرْ لِي وَمَا عَمِلْتُ فِيهَا مِمَّا تَرْضَى وَوَعَدْتَنِي عَلَيْهِ الثَّوَابَ فَأَسْتَلُكَ أَنْ تَتَقَبَّلَ مِنِّي وَلَا تَقْطَعْ رَجَائِ مِنْكَ يَا كَرِيمُ.
Arab latin: Allaahumma maa 'amiltu min 'amalin fii haadzihis sanati maa nahaitanii 'anhu wa lam atub minhu, wa halumta fiihaa 'alayya bi fadhlika ba'da qudratika 'alaa 'uquubatii, wa da'autanii ilat taubati min ba'di jaraa-atii 'alaa ma'shiyatik. Fa innistaghfartuka faghfir-lii wa maa 'amiltu fiihaa mimmaa tardhaa, wa wa'attanii 'alaihits tsawaaba, fa as-aluka an tataqabbala minnii wa laa taqtha' rajaa-ii minka yaa kariim.
Artinya: Tuhanku, aku meminta ampun atas perbuatanku di tahun ini yang termasuk Kau larang-sementara aku belum sempat bertobat, perbuatanku yang Kau maklumi karena kemurahan-Mu-sementara Kau mampu menyiksaku, dan perbuatan (dosa) yang Kau perintahkan untuk tobat sementara aku menerjangnya yang berarti mendurhakai-Mu. Tuhanku, aku berharap Kau menerima perbuatanku yang Kau ridai di tahun ini dan perbuatanku yang terjanjikan pahala-Mu. Janganlah kau membuatku putus asa. Wahai Tuhan Yang Maha Pemurah.
Perlu dipahami bahwa tidak terdapat hadis sahih yang secara khusus memerintahkan membaca doa tertentu pada pergantian tahun Hijriah. Namun, sebagaimana dijelaskan dalam berbagai sumber, membaca doa tersebut diperbolehkan sebagai bentuk munajat kepada Allah SWT dan termasuk dalam anjuran untuk memperbanyak doa kapan pun waktunya.
Situs NU Online menjelaskan doa awal dan akhir tahun yang banyak diamalkan masyarakat Indonesia tercantum dalam kitab Maslakul Akhyar karya Habib Utsman bin Yahya, Mufti Batavia (Jakarta) abad ke-19 hingga awal abad ke-20. Karena itu, doa ini dibaca bukan dengan keyakinan sebagai doa yang secara langsung diajarkan Rasulullah SAW, melainkan sebagai doa yang berisi permohonan kebaikan kepada Allah SWT.




























































