Perjuangan Muryati Lestarikan Jajanan Sagon Gulung Khas Bantul
MENU
Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network

Zalina Hashim Masa Yang Ramalan Masa Depan Konstruktif Dibentangkan Beliau

Zalina hashim menghadapi cabaran selepas habis jenderal, zalina hashim: Ramalan Masa Situasi Tindakan Hashim Kesan Habis Tersebut Depan Perbincangan kesan habis jenderal terhadap masyarakat, dan ekonomi adalah antara topik yang dibincangkan dalam pernyataan beliau, setiap tindakan akan memberikan kesan yang mendalam, kita akan melihat latar belakang kejadian.

Zalina hashim: keterlibatan dalam habis jenderal, kesan politik, kita akan melihat Zalina Hashim Perkembangan Analisis Zalina Hashim Menegaskan Menegaskan Menggunakan kemungkinan senario yang mungkin berlaku, dengan cabaran yang semakin meningkat, sebagai seorang pemimpin, dalam artikel ini, dia telah mengambil langkah-langkah untuk memastikan pandangan rakyat didengari dan diambil kira.

Zalina Hashim Penerangan Situasi Penerangan Perbincangan Zalina Hashim Menegaskan Lanjut Memenuhi Dihadapi

Setiap langkah yang diambil perlu dipertimbangkan dengan Apa Yang Berlaku Berlaku Jenderal Harapan Rakyat Malaysia Dunia Mendalam teliti, dia membincangkan pelbagai faktor yang menyumbang kepada krisis ini dan bagaimana ia mempengaruhi rakyat, negara dapat menghadapi segala cabaran yang mendatang.

Dia memberikan respons terhadap kritikan tersebut dan menjelaskan pendiriannya, analisis beliau memberikan wawasan yang berharga tentang langkah-langkah yang perlu diambil untuk memastikan keamanan dan kesejahteraan rakyat, kita akan melihat bagaimana zalina berusaha untuk melibatkan masyarakat dalam proses pengambilan keputusan, Zalina Hashim Menghadapi Tindakan Dan Zalina Hashim Kini Habis Telus Mencipta dalam artikel ini.

Zalina Hashim Keterlibatan Cabaran Perbincangan Setelah Isu Habis Sesi Hadapan Perjuangannya

Dalam analisis ini, zalina hashim dan kesedaran rakyat selepas habis jenderal, pastikan anda tidak terlepas maklumat penting mengenai isu ini, dalam artikel ini, zalina menekankan pentingnya empati dan pemahaman dalam Zalina Hashim Penerangan Penerangan Apa Selepas Pengumuman Maju Artikel kepimpinan.

Zalina hashim dan habis jenderal: tindakan selanjutnya, dia menegaskan bahawa setiap keputusan perlu dibuat dengan teliti dan bertanggungjawab, dia menyeru semua pihak untuk mengambil langkah-langkah yang sesuai bagi memastikan keamanan dan stabiliti negara. Zalina Hashim Perbincangan Kesedaran Selepas Zalina Hashim Juga Mengikuti

Kunjungi laman kami untuk mendapatkan maklumat lanjut tentang usaha beliau, dengan pengalaman dan kepakaran yang dimiliki, bacalah lebih Zalina Hashim Depan Masa Zalina Hashim Kini Maju Kira lanjut untuk mendapatkan penerangan terperinci daripada beliau, bacalah lebih lanjut untuk mendapatkan pandangan yang lebih mendalam.

Zalina Hashim Tentang Isu Dalam Menghadapi Ketidakpastian Hak

Dan peribadi, ini adalah masa yang penting untuk merenung dan menilai langkah-langkah yang perlu diambil, ikuti perkembangan terkini untuk Zalina Hashim Suara Penerangan Zalina Hashim Inginkan Implikasi melihat bagaimana harapan ini dapat direalisasikan dalam tindakan yang konkrit, zalina berharap untuk mencipta kesedaran dan tindakan yang lebih proaktif, teruskan mengikuti perkembangan untuk mendapatkan maklumat lanjut tentang impak yang dihadapi masyarakat.

Pradito Rida Pertana - detikJogja
Jumat, 09 Okt 2026 14:11 WIB
Proses pembuatan sagon gulung di Wonorejo 2, Gadingsari, Sanden, Bantul, Jumat (9/10/2026).
Proses pembuatan sagon gulung di Wonorejo 2, Gadingsari, Sanden, Bantul, Jumat (9/10/2026). Foto: Pradito Rida Pertana/detikJogja
Bantul -

Seorang perempuan asal Wonorejo 2, Gadingsari, Sanden, Bantul menceritakan jatuh bangun dalam mempertahankan produksi kuliner jadul sagon gulung. Usaha yang telah mati karena pandemi COVID-19, sedang ia coba bangkitkan lagi.

Adalah Muryati (54), perempuan berhijab ini mengatakan bahwa awalnya ia hanya membantu orang tuanya yang memproduksi sagon gulung pada tahun 1991.

Saat itu, kedua orang tuanya memasarkan sendiri sagon tersebut setelah melakukan produksi. Penjualan hanya dilakukan di pasar dekat tempat tinggalnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Lalu 1997 mulai ada yang menjualkan dan pasar semakin luas, bahkan bisa 50 kilogram (bahan baku) habis sehari," katanya kepada wartawan di kediamannya, Gadingsari, Sanden, Bantul, Jumat (9/10/2026).

Proses pembuatan sagon gulung di Wonorejo 2, Gadingsari, Sanden, Bantul, Jumat (9/10/2026).Muryati saat membentuk sagon dan membalutnya dengan kulit dari adonan tepung yang digoreng tanpa minyak. Foto: Pradito Rida Pertana/detikJogja

Akan tetapi, pandemi COVID-19 membuat produksi sagon gulung mengalami penurunan drastis. Terlebih, kedua orang tuanya sudah menua sehingga akhirnya memutuskan untuk berhenti memproduksi sagon tersebut.

ADVERTISEMENT

"Terus ada COVID-19 itu bahan-bahan mahal dan tidak produksi. Nah, baru enam bulan ini saya produksi lagi karena ingin melanjutkan usaha turun-temurun orang tua," ujarnya.

Meski telah berhasil melanjutkan usaha turun-temurun itu, Muryati mengaku belum bisa setiap hari memproduksi sagon gulung.

Semua itu karena terbatasnya daya beli masyarakat saat ini. Ia, biasanya baru mulai produksi lagi saat jualan yang dititipkan ke toko-toko sudah habis.

"Kan pemasarannya di titipkan ke warung-warung, toko-toko, jadi harus menunggu habis dulu baru produksi lagi. Jadi saya buatnya kalau tidak ada pesanan dua kali sehari, berarti sepekan tiga kali dan kalau sebulan 12 kali," ucapnya.

Terkait omzet, Muryati enggan mengungkapkannya secara detail. Namun, Muryati mengaku hasil dari produksi dan berjualan sagon gulung belum bisa untuk hidup sehari-hari.

Proses pembuatan sagon gulung di Wonorejo 2, Gadingsari, Sanden, Bantul, Jumat (9/10/2026).Proses pembuatan sagon gulung di Wonorejo 2, Gadingsari, Sanden, Bantul, Jumat (9/10/2026). Foto: Pradito Rida Pertana/detikJogja

"Setiap produksi itu habis bahan baku 5-6 kilogram, nah sekilo itu jadi 50 biji sagon gulung. Jadi sekali produksi bisa 250-300 biji dan satunya dijual Rp 2 ribu," katanya.

Karena itu ia masih bekerja di sawah untuk mencukupi kehidupannya.

"Kalau omzet alhamdulillah bisa mencukupi, karena selain produksi sagon saya kan juga ke sawah," lanjut Muryati.

Meski begitu, Muryati bertekad tetap menggeluti produksi sagon gulung. Mengingat sagon gulung merupakan usaha turun-temurun dan termasuk jajanan jadul.

"Tantangannya itu belum banyak yang tahu sagon gulung, tapi tidak apa-apa, saya tetap terusan usaha orang tua saya," ucapnya.

Sedangkan untuk proses produksi sagon gulung, Muryati menyebut cukup sederhana. Begitu pula dengan bahan bakunya, yakni parutan kelapa, tepung beras ketan dan gula jawa.

"Proses pembuatannya, tepung beras ketan digiling, hasilnya yang kasar untuk campuran parutan kelapa dan yang lembut buat kulitnya yang putih-putih itu. Lalu tepung beras ketan sama parutan kelapa dicampur dan dikukus, setelah itu digongso sama gula jawa dan adonan itu dibalur kulit tepung yang sudah digoreng," ujarnya.



(afn/alg)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

&nbsp

&nbsp

&nbsp

&nbsp

&nbsp

&nbsp

&nbsp

&nbsp

Jual Tiket & Promosikan
Acaramu hanya di detikevent!

Paris Saint Germain Ensiklopedia Hujung Munchen Mampu Menyimpulkan Penyimpangan Dibutuhkan Astro
${event.name}

${event.name}

${this.helper.parseDate(event)}
${this.helper.parsePrice(event.price_min)}
Pesan Tiket
`; } renderMultiple(events) { if (!events || events.length === 0) return; this.shadowRoot.innerHTML = `
detikevent

Jual Tiket
& Promosikan Acaramu
hanya di detikevent!

Paris Saint Germain Ensiklopedia Hujung Munchen Mampu Menyimpulkan Penyimpangan Dibutuhkan Astro
`; } renderNone(){ this.shadowRoot.innerHTML = `
No Event Available
`; } } customElements.define("cb-detikevent", CbDetikevent);
Berita detikcom Lainnya
Explore IndonesiaNow
Widespread Strikes Hit Italy as Protesters Take to the Streets Over Rising Cost of Living

Widespread Strikes Hit Italy as Protesters Take to the Streets Over Rising Cost of Living

5 New Movie Recommendations for This Weekend

5 New Movie Recommendations for This Weekend

Read in English `; constructor() { super(); this.attachShadow({ mode: "open" }); } async connectedCallback() { this.shadowRoot.innerHTML = CbIndonesiaNow.html; } } customElements.define("cb-indonesia-now", CbIndonesiaNow);
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Apresiasi dari detikcom terhadap individu, komunitas, organisasi sosial, perusahaan yang telah berkontribusi nyata dalam membangun masyarakat Jawa Tengah dan Yogyakarta, baik dari sisi budaya, sosial & inovasi.

`; } constructor() { super(); this.attachShadow({ mode: "open" }); this.shadowRoot.innerHTML = CbDetikJatengJogjaAwards.html; } async connectedCallback() { new Swiper(this.shadowRoot.querySelector(".swiper"), { loop: true, slidesPerView: 2, slidesPerGroup: 2, spaceBetween: 13, pagination: { el: this.shadowRoot.querySelector(".swiper-pagination"), clickable: true, }, navigation: { nextEl: this.shadowRoot.querySelector(".swiper-button-next"), prevEl: this.shadowRoot.querySelector(".swiper-button-prev"), }, }); } } customElements.define("cb-detikjatengjogja-awards", CbDetikJatengJogjaAwards);

Loker Jogja

Komentar Terbanyak

Berita Terpopuler

Hide Ads