Dua ekor gajah Sumatera (Elephas maximus sumatranus) dari Gembira Loka (GL) Zoo Jogja dipindahkan ke Tabang Zoo, Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur. Berikut ini sederet alasannya.
Gajah jantan bernama Deo dan gajah betina bernama Sinta itu dipindahkan dengan metode multimoda. Proses translokasi dua gajah itu diawali pada 14 Agustus 2026 di bawah pengawasan ketat tim gabungan.
Manajer Marketing GL Zoo, Yosi Hermawan, mengatakan translokasi Deo dan Sinta dari Gembira Loka Zoo ke Tabang Zoo telah melalui proses perencanaan, koordinasi, serta persetujuan dari instansi yang berwenang, termasuk Kementerian Kehutanan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Proses ini merupakan bagian dari pengelolaan populasi satwa dan kerja sama antarlembaga konservasi, dengan mempertimbangkan kebutuhan serta kesejahteraan setiap individu satwa," kata Yosi saat dihubungi wartawan, Senin (17/8/2026).
"Pemilihan Tabang Zoo sebagai lokasi tujuan juga telah melalui berbagai pertimbangan, antara lain kemampuan pengelolaan, kesiapan fasilitas, sumber daya, serta komitmen dalam memenuhi kebutuhan dan kesejahteraan satwa," imbuh dia.
Yosi menjelaskan, sebelum dipindahkan, Deo dan Sinta telah melalui berbagai tahapan persiapan, termasuk pemeriksaan kesehatan, kesiapan perjalanan, serta pemenuhan kebutuhan pakan dan air. Tim dari berbagai bidang juga dilibatkan untuk memastikan kondisi kedua gajah tetap terpantau selama proses perjalanan.
"Rute perjalanan beserta titik pemberhentian dan pemeriksaan telah dipersiapkan sebelumnya untuk mendukung pemantauan kondisi gajah, pemenuhan kebutuhan pakan dan air, pembersihan kendaraan, serta waktu istirahat guna meminimalkan potensi stres selama perjalanan," jelasnya.
Namun, Yosi tidak menjelaskan secara detail soal teknis translokasi Deo dan Sinta. Pasalnya, kewenangan translokasi ini berada di Kementerian Kehutanan.
"Untuk informasi lebih lanjut mengenai aspek perizinan, proses konservasi, dan pelaksanaan translokasi, media maupun masyarakat dapat menghubungi Kementerian Kehutanan Republik Indonesia sebagai pihak yang berwenang," ujarnya.
Sementara itu Kementerian Kehutanan (Kemenhut) telah menerbitkan rilis resmi mengenai translokasi Deo dan Sinta melalui laman kehutanan.go.id dengan nomor SP. 416/HKLN/08/2026 pada Minggu, 16 Agustus 2026.
Dalam keterangan resminya, Kemenhut menyebut translokasi ini merupakan upaya penataan pengelolaan populasi yang berfokus pada pemenuhan ruang gerak, standar perawatan, serta jaminan keselamatan dan kesejahteraan satwa sepanjang perjalanan.
Deo dan Sinta merupakan satwa dilindungi yang di-titiprawat-kan BKSDA Yogyakarta sejak September 2024 di GL Zoo. Translokasi dua gajah itu ke Tabang Zoo adalah pemindahan permanen untuk menyesuaikan daya tampung dan fasilitas yang paling ideal untuk Deo dan Sinta.
"Rencana pemindahan yang disiapkan sejak 2025 ini menetapkan Tabang Zoo di Kutai Kartanegara sebagai lokasi penempatan baru setelah melalui serangkaian verifikasi dan kelayakan teknis dari BKSDA Kalimantan Timur," jelas Kemenhut dalam laman resminya.
Tim medis dan ahli gajah telah menguji secara menyeluruh kondisi kesehatan fisik serta perilaku Deo dan Sinta. Keberangkatan baru diizinkan setelah seluruh hasil pemeriksaan laboratorium menyatakan kedua gajah itu dalam kondisi prima dan siap menempuh perjalanan jarak jauh.
"Proses translokasi diawali pada 14 Agustus 2026 di bawah pengawasan ketat tim gabungan. Sebanyak 17 personel diterjunkan mendampingi perjalanan, meliputi Polisi Kehutanan BKSDA Yogyakarta, personel BKSDA Kalimantan Timur, tim mahout (pawang gajah), dokter hewan, serta pakar penanganan gajah senior," terang Kemenhut.
"Rute perjalanan multimoda membentang dari Yogyakarta menuju Pelabuhan Paciran (Lamongan Jawa Timur), dilanjutkan penyeberangan laut menuju Pelabuhan Bahaur (Kalimantan Tengah) menggunakan KMP Drajat Paciran, sebelum meneruskan perjalanan darat menuju Kalimantan Timur," imbuhnya.
Selama perjalanan panjang tersebut, petugas rutin melakukan pembersihan armada serta penyemprotan air guna menstabilkan suhu tubuh kedua gajah. Kemenhut mengonfirmasi jika pada Minggu (16/8), rombongan telah tiba di Pelabuhan Bahaur, Pulang Pisau, Kalimantan Tengah.
"Tim juga menyempatkan waktu istirahat di kawasan Gandang, Pulang Pisau, guna menurunkan satwa sejenak agar dapat peregangan, mengurangi kelelahan, dan menjaga tingkat stres tetap terkendali. Pemantauan menunjukkan Deo dan Sinta dalam kondisi tenang, sehat, serta mengonsumsi pakan dan air dengan baik di bawah kendali mahout," jelas Kemenhut.
Deo dan Sinta diperkirakan tiba di Tabang Zoo pada Senin (17/8) kemarin. Selanjutnya, dua gajah itu akan dipantau kesehatannya serta proses adaptasi lingkungannya.

































































