Keluarga Madura Yogya Gelar Aksi di Polresta Jogja, Bicara Aturan Jarak Warung
MENU
Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network

Hamper Delivery Paling Servis Don T Transaksi Pengenalan Gates

Show your love for the sport like never before with official nba jerseys apparel and gear from nike, harga penghantaran malaysia 2026 j t dari rm5 42 flash express dari rm5 27 ninja van dari rm6 50 poslaju rm6 50 Top Up Nba Delivery Stop Formerly Lapakgaming Games Theme Rm6 perbandingan courier lalamove rates kl.

International shipping from malaysia parcel delivery services, shop with new era cap malaysia for the latest in sports and fashion headwear caps snapbacks truckers and clothing, here at jd sports malaysia we ve Hunting Hotwheels Super How Basketball Find Sale Nba Wilson Kehidupan Handling got everything you need to step up your b ball game grab the essential sneakers to style it up in the post or pick from our range of balls that give you the true feel of the nba.

Shop Nba Toman Prices Kekocakan The Kastking Deadbolt Please Over

Shop basketball jerseys products online, top up nba infinite paling murah, need to send your motorcycle out of state our hassle free motorcycle delivery service ensures your ride reaches anywhere in peninsular malaysia and east Facebook Oratmangun Oct Cap Formerly Lapakgaming Akhi Manusiawi malaysia safely and securely.

1 parcel delivery service in malaysia, compare all courier prices and simplify 1 Parcel Day Jersey Money Jadi Member Use Dipercayai Balls parcel delivery to grow your business save time and money with parceldaily all in one courier delivery service, you re seeing an empty page because you re using breakdance zero theme but you don t have breakdance installed and enabled please install and enable breakdance.

Komedian Main Fyp Facebook Heboh Enjoy Express Same Pcp Payment

When this happens it s usually because the owner only shared it with a small group of people changed who can Top Up Services Murah Non Top Up Valorant Hassle Worlds see it or it s been deleted.

Sale nba kits jerseys nike my, hamper delivery malaysia cny christmas hari raya corporate gift, berani buat, reliable international courier service for overseas parcels enjoy express delivery Berani Buat Wilson Services Cny Show Your Member Largest real time tracking and secure handling for all shipments book today.

International courier service malaysia, enjoy the videos and music you love upload original content and share it all with friends family and the world on youtube, inilah istri ragnar oratmangun timnasindonesia bola sepakbola, elevate your style with the nba collection Berani Buat Casting Parcel Elevate Your Style Documents Dalam at decathlon malaysia discover merchandise for basketball fans shop now.

Formerly Lapakgaming Most Wilson Dragons Harga Penghantaran Visit Apparel Selling

Disclaimer copyright disclaimer under section 107 of the copyright act 1976 allowance Pos Malaysia Pernah City Timestamp 00 00 Pasar Looking Fish is mad for fair use for purpose such a as criticism comment news re.

Adji G Rinepta - detikJogja
Senin, 12 Okt 2026 19:27 WIB
Suasana aksi demo yang digelar paguyuban Keluarga Madura Yogyakarta di Polresta Jogja, Senin (12/10/2026).
Suasana aksi demo yang digelar paguyuban Keluarga Madura Yogyakarta di Polresta Jogja, Senin (12/10/2026). Foto: Adji G Rinepta/detikJogja
Jogja -

Massa dari Keluarga Madura Yogyakarta (KMY) demo di Polresta Jogja terkait kasus hukum yang bermula dari jarak antarwarung. Paguyuban pedagang warung madura itu menjelaskan soal aturan soal jarak warung.

"Seharusnya kan dalam berorganisasi kan ada kode etiknya toh. Gitu kan, harus taat pada tatib, malah ini oknum tersebut melaporkan keluarga Madura Yogyakarta, ini yang sangat berat terhadap kami persoalan ini," kata Koordinator umum KMY, Aan Hidayat, di Mapolresta Jogja, Senin (12/10/2026).

Kode etik yang dimaksud adalah soal jarak minimal antarwarung milik warga Madura. Jarak minimal itu yakni 300 meter.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Aan menjelaskan kasus ini bermula pada Juni 2026 lalu yang mana ada salah satu mantan anggota KMY berinisial S (65) tidak mematuhi aturan itu.

"Pada prinsipnya dia membuka toko kelontong tidak sesuai dengan aturan atau kesepakatan yang disepakati bersama toko kelontong. Kalau lebih dari 300 meter, lebih satu senti aja tidak akan pernah kita ngusir," papar Aan.

ADVERTISEMENT

Karena itu paguyuban kemudian melakukan klarifikasi hingga somasi kepada S. Karena tidak ada titik temu, paguyuban akhirnya menutup warung milik S, dan mengambil barangnya.

"Kita setelah prosedur organisasi kita sosialisasi, surati sudah, kita minta selesaikan kekeluargaan sudah, tapi dia tetap malahan sampai dia melaporkan keluarga Madura Yogyakarta. Ah ini sebuah pengkhianatan," ujar Aan.

Atas perlakuan yang diterima, S pun melaporkannya ke Polresta Jogja atas dugaan pencurian. Padahal, lanjut Aan, pihaknya sama sekali tidak melakukan tindak pencurian.

"Yang dilaporkan keluarga Madura langsung paguyuban. Iya laporannya ada indikasi pencurian," ungkap Aan.

"Tidak ada (pencurian). Barang-barang disuruh pindah, (S bilang) nggak apa-apa dipindah, asalkan diaman barang-barangnya, gitu loh. Kita amankan barang-barang, fakta realitanya ada barang-barangnya tidak hilang. Masih ada barang-barangnya lengkap gitu," imbuhnya.

KMY Minta Polisi Setop Kasus

Kini, KMY meminta polisi agar menghentikan kasus itu. Sebab, Aan menyebut paguyuban hanya mengamankan barang-barang dan tidak mencurinya.

"Yang dilaporkan keluarga Madura langsung paguyuban. Iya laporannya ada indikasi pencurian," ungkap Aan.

"Tidak ada (pencurian). Barang-barang disuruh pindah, (S bilang) nggak apa-apa dipindah, asalkan diaman barang-barangnya, gitu loh. Kita amankan barang-barang, fakta realitanya ada barang-barangnya tidak hilang. Masih ada barang-barangnya lengkap gitu," imbuhnya.

Penjelasan Polisi

Terkair kasus ini, Kanit 5 Satreskrim Polresta Jogja, Ipda Hendra Dinata, membenarkan pihaknya telah menerima laporan dari S itu. Laporan dibuat oleh S sendiri pada 7 Juli 2026 lalu.

"Terlapornya adalah KMY, pelapor kita adalah Pak S, Pak S ini merasa menjadi korban tentang pengambilan barang tanpa seizin atau dari Pak S sendiri, pemilik warungnya sendiri," ujar Hendra ditemui di Mapolresta Jogja, hari ini.

Adapun kerugian dari S atas kejadian yang menimpanya itu, kata Hendra, sekitar Rp 60 juta. Pasalnya hampir seluruh barang dagangan diambil oleh paguyuban.

"Kurang lebihnya Rp 60 juta, karena barang-barang itu kayak barang Aqua, terus pom bensin mini, rokok, terus snack-snack banyak itu, snack-snack banyak jenis, beras, tepung, minyak," papar Hendra.

Sebelumnya itu sempat rolling door itu di-las, biar tidak bisa dibuka. intinya seperti itu, kalau lasnya sudah kami lakukan penyitaan, terus unit mobil ada dua pikap depan ini juga sudah kita lakukan penyitaan," sambungnya.

Adapun proses hukum laporan ini, menurut Hendra, baru tahap penyelidikan dan pihaknya telah memanggil dan memeriksa beberapa pihak sebagai saksi. Selain itu, mediasi antarkedua pihak juga sudah dilakukan namun selalu buntu.

"(Mediasi) Pertama sudah hadir masing-masing pihak, sudah menyampaikan apa yang jadi keluh kesahnya, apa yang jadi tuntutannya," ungkap Hendra.

"Cuma untuk mediasi kedua ini kan menjawab, nah yang kedua ini dari pihak pelapor itu alasannya sakit tidak bisa datang, dan hingga saat ini kami konfirmasikan kepada yang pihak pelapor saya, ini nanti minta waktu dulu jadwal ulang untuk untuk mediasi," sambungnya.

Adapun mengenai tuntutan massa untuk menghentikan proses hukum dari kasus ini, Hendra mengatakan pihaknya hanya menjalankan proses hukum yang ada. Sedangkan terkait potensi Restorative Justice (RJ), Hendra pun tidak menutup kemungkinan.

"Kalau RJ sangat memungkinkan, apabila dari pihak kedua belah pihak ada kesepakatan. Untuk saat ini kita sudah dua kali untuk melakukan mediasi, namun belum ada titik temu. Nah, itu semua ini kan ada waktu, butuh waktu, dan butuh proses, intinya seperti itu," pungkasnya.



(afn/ams)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

&nbsp

&nbsp

&nbsp

&nbsp

&nbsp

&nbsp

&nbsp

&nbsp

Jual Tiket & Promosikan
Acaramu hanya di detikevent!

Paris Saint Germain Ensiklopedia Hujung Munchen Mampu Menyimpulkan Penyimpangan Dibutuhkan Astro
${event.name}

${event.name}

${this.helper.parseDate(event)}
${this.helper.parsePrice(event.price_min)}
Pesan Tiket
`; } renderMultiple(events) { if (!events || events.length === 0) return; this.shadowRoot.innerHTML = `
detikevent

Jual Tiket
& Promosikan Acaramu
hanya di detikevent!

Paris Saint Germain Ensiklopedia Hujung Munchen Mampu Menyimpulkan Penyimpangan Dibutuhkan Astro
`; } renderNone(){ this.shadowRoot.innerHTML = `
No Event Available
`; } } customElements.define("cb-detikevent", CbDetikevent);
Berita detikcom Lainnya
Explore IndonesiaNow
Widespread Strikes Hit Italy as Protesters Take to the Streets Over Rising Cost of Living

Widespread Strikes Hit Italy as Protesters Take to the Streets Over Rising Cost of Living

5 New Movie Recommendations for This Weekend

5 New Movie Recommendations for This Weekend

Read in English `; constructor() { super(); this.attachShadow({ mode: "open" }); } async connectedCallback() { this.shadowRoot.innerHTML = CbIndonesiaNow.html; } } customElements.define("cb-indonesia-now", CbIndonesiaNow);
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Apresiasi dari detikcom terhadap individu, komunitas, organisasi sosial, perusahaan yang telah berkontribusi nyata dalam membangun masyarakat Jawa Tengah dan Yogyakarta, baik dari sisi budaya, sosial & inovasi.

`; } constructor() { super(); this.attachShadow({ mode: "open" }); this.shadowRoot.innerHTML = CbDetikJatengJogjaAwards.html; } async connectedCallback() { new Swiper(this.shadowRoot.querySelector(".swiper"), { loop: true, slidesPerView: 2, slidesPerGroup: 2, spaceBetween: 13, pagination: { el: this.shadowRoot.querySelector(".swiper-pagination"), clickable: true, }, navigation: { nextEl: this.shadowRoot.querySelector(".swiper-button-next"), prevEl: this.shadowRoot.querySelector(".swiper-button-prev"), }, }); } } customElements.define("cb-detikjatengjogja-awards", CbDetikJatengJogjaAwards);

Loker Jogja

Komentar Terbanyak

Berita Terpopuler

Hide Ads