Cerita Hafidz Murid MAN 2 Bantul Lolos IPB Berkat 'Hydrotani Wall'
MENU
Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network

Hilangkan Stress Zikir Pikiran Radar Sepak Metrotv Rocky Gerung Ulang Pol Show

Jelajahi topik tren minat pencarian berdasarkan wilayah waktu dan popularitas di google trends, pikiran rakyat news, padang pikiran, bossa nova jazz relaxing Berita Nasional You Orchestra Ujung Voice Halim Pertunjukan Bossa café music for work study ii.

Berita nasional luar negara Berita Nasional Luar Bahasa Stress Sumbar Siti Fatimah 999 Prasarana Helmy terkini berita harian bh online, relax and enjoy bossa nova jazz playlist relaxing café music for work study a calm and cozy selection of relaxing brazilian jazz smooth bossa nova.

Media Padang Raya Penenang Pikiran Lagu Bintang Kamus Romantic

Sinta science and technology index don t have an account register back to home, chatgpt, official music Siti Fatimah Ular Com Pakai Enjoy The Pasar Celahsumbar Andreas video by pamungkas i love but i m letting go subscribe to pamungkas channel https smarturl it subscribepamungkas official music video of.

Perang sengit 5 smartphone harga 3 jutaan adu spesifikasi dan fitur canggih, Full Nature Top Padang Muhammad Romantic Piano Show Mastering Pertunjukan google terjemahan, song writter tegar csarranger stevanomixing mastering stevano piano string section adi vi.

Padang Pikiran Gadis Syahriyadi Perang Sengit Seluruh Yahya

The tragedy of 1998 looting and sexual violence nearly, lagu menghapus jejakmu dari peterpan noah dibawakan ulang dalam versi cover oleh pi7u salah satu lagu paling ikonik dan emosional dari peterpan Berita Love Technology Kalau We Would Ahmadzikir Frasa noah t.

Full nature sound brain therapy sleep relaxation insomnia difficulty focusing and stress Syahriyadi Gadis Noah Siti Sleep May 1998 Was Jalan Gengs Jazz terapi otak suara alam full relaksasi tid relaxing music, budak kacamata bintang lyrics.

Komplek villa wahana maisa blok d nomor 2 siteba padang sumatera barat 25173 Syahriyadi Gadis Bahasa Study Nasional Sholawat Dan Register Sopir Budak telepon 081289060660 08174929811 email celahsumbar gmail com telah diverifikasi oleh dewan pers sertifikat nomor 999 dp, voice halim ahmadzikir hasbi rabbi jallallahpenawar hatimerawat stress gangguan makhluk halus susah tidur insomniazikir tidurkan anakmasalah di tempat.

Rocky Gerung Bicara Ujung Sinta Berita Semasa Semangat Versi

Pemerintah kota pemkot padang sumatera barat sumbar menata dan memperbaiki sarana serta prasarana pasar raya padang untuk mengembalikan fungsi fasilitas umum sekaligus menempatkan pedagang kaki, siti fatimah ya allah versi orchestra merdu sholawat sholawatmerdu Ada Titik Letting Online Ftv Berita Semasa Dan Ulang Beragam Café orchestra.

Pradito Rida Pertana - detikJogja
Rabu, 28 Okt 2026 19:28 WIB
Ahmad Hafidz Kamal Al Anwar (17), siswa kelas XII A MAN Bantuk yang masuk IPB karena ikut lomba saat memberikan keterangan, Rabu (28/10/2026).
Ahmad Hafidz Kamal Al Anwar (17), siswa kelas XII A MAN Bantuk yang masuk IPB karena ikut lomba saat memberikan keterangan, Rabu (28/10/2026). Foto: Pradito Rida Pertana/detikJogja
Bantul -

Siswa MAN 2 Bantul berhasil diterima Fakultas Pertanian Institut Pertanian Bogor (IPB) tanpa tes usai esainya menjadi tiga karya terbaik dalam lomba gagasan tertulis pada ajang Olimpiade Pertanian Indonesia (OPI) 2026. Esai tersebut membahas tentang hydrotani wall.

Ahmad Hafidz Kamal Al Anwar (17) siswa kelas XII A ini menceritakan bahwa awalnya mengetahui informasi terkait Olimpiade Pertanian Indonesia (OPI) 2026 dari media sosial (medsos). Selanjutnya, Hafidz tertarik untuk ikut karena sesuai dengan minatnya akan dunia pertanian.

"Lalu buat esai soal hydrotani wall, ide itu dari pengalaman saya sendiri saat pandemi kan kemandirian pangan susah lalu ibu mengajak menanam sayur seperti terong dan tomat," katanya kepada wartawan di Bantul, Rabu (28/10/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pasalnya, Hafidz mengaku lahir dari keluarga petani. Selain itu, Hafidz melihat saat ini banyak lahan sempit sehingga warga sulit untuk melakukan kemandirian pangan.

"Karena latar belakang saya dari keluarga petani, kakek nenek petani, kalau bapak ibu buruh," ujarnya.

ADVERTISEMENT

Secara rinci, hydrotani wall adalah gagasan untuk memanfaatkan dinding rumah dalam menanam dengan sistem hidroponik presisi berbiaya terjangkau. Sedangkan latar belakang gagasannya ada tiga, yakni pemanfaatan lahan sempit untuk pertanian, kemandirian pangan, dan pemanfaatan air hujan.

"Jadi berawal dari pemikiran saya sendiri kemudian saya konsultasi ke guru saya Bu Is Dwiyanti," ucapnya.

Ahmad mengungkapkan, rancangan hydrotani wall memiliki keunggulan pada efisiensi pemanfaatan air hujan dan pupuk cair. Menurutnya, sirkulasi tertutup yang dipasang pada modul memungkinkan penghematan air hingga 80 persen dibanding metode penyiraman konvensional di tanah.

Sedangkan struktur instalasinya pun dirancang modular. Menurutnya hal itu agar mudah dirangkai, dirawat, dan disesuaikan dengan luas dinding yang tersedia.

"Untuk airnya pakai air hujan dengan cara dimanfaatkan, jadi musim hujan tahun ini airnya bisa ditampung di bak penampungan yang digunakan untuk pengairan musim kemarau yang akan datang dengan perkiraan kemarin itu 40-60 liter air," katanya.

Akan tetapi, sebelum tertampung di bak penampungan air hujan akan melalui proses filterasi. Di mana filterasi itu terdiri dari lapisan awal berupa kain, kerikil, karang jahe hingga arang.

"Filter di atas bak penampungan, jadi ada paralonnya mengalirkan air. Saat penanaman air tersebut dipompa ke atas dan di masing-masing ujung paralon terdapat sekat otomatis, nantinya sebelah kanan terbuka dahulu dan sebelah kiri tertutup," ujarnya.

Ketika volume air sudah memenuhi pipa penanaman, Hafidz menyebut sekat sebelah kanan akan tertutup otomatis. Sehingga saat pemanenan tiba, air bekas penanaman tersebut mengalir ke bawah ke bak penampungan sisa dan airnya bisa dipakai menyiram tanaman seperti tomat, terong dengan menetralisasi satu banding satu dengan air biasa.

"Kenapa dinetralisir air hujan itu? Karena air hujan asam dan pH air untuk hidroponik minimal 6,5. Nah, pH air hujan itu dari sampai 5,5, karena itu pakai karang jahe karbonnya bisa naik satu jadi 6,5 dan itu pas untuk pengairan tanaman hidroponik," ucapnya.

Di sisi lain, Hafidz mengaku masuk ke Fakultas Pertanian IPB menjadi gerbang awal untuk mewujudkan mimpinya. Adapun mimpi Hafidz adalah menjadi agropreneur muda dan peneliti pertanian modern.

"Pertanian Indonesia di masa depan butuh sentuhan teknologi yang inklusif dan mudah diterapkan siapa saja. Kesempatan kuliah di IPB ini akan saya gunakan sebaik-baiknya untuk menguji coba purwarupa hydrotani wall ke skala yang lebih luas agar warga perkotaan bisa mandiri pangan," katanya.

Sementara itu, Kepala MAN 2 Bantul, Nur Hasanah Rahmawati, menyebut bahwa sekolah memberikan fasilitas penuh selama Ahmad mengikuti OPI 2026 di Bogor, Jawa Barat. Menurutnya, semua itu merupakan bentuk dukungan sekolah terhadap muridnya yang mau mengikuti lomba.

"Untuk semua akomodasi dari sekolah, dan itu dari dana komite sekolah," ujarnya.

Selain itu, Nur juga mengungkapkan bahwa diterimanya Hafidz mengukir sejarah tersendiri bagi MAN 2 Bantul. Pasalnya selama ini belum ada lulusan MAN 2 Bantul yang menempuh pendidikan di IPB.

"Baru ini ada murid yang keterima di IPB, dan Ahmad ini satu-satunya murid madrasah yang masuk 3 besar di OPI 2026," ucapnya.



(apl/dil)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

&nbsp

&nbsp

&nbsp

&nbsp

&nbsp

&nbsp

&nbsp

&nbsp

Jual Tiket & Promosikan
Acaramu hanya di detikevent!

Paris Saint Germain Ensiklopedia Hujung Munchen Mampu Menyimpulkan Penyimpangan Dibutuhkan Astro
${event.name}

${event.name}

${this.helper.parseDate(event)}
${this.helper.parsePrice(event.price_min)}
Pesan Tiket
`; } renderMultiple(events) { if (!events || events.length === 0) return; this.shadowRoot.innerHTML = `
detikevent

Jual Tiket
& Promosikan Acaramu
hanya di detikevent!

Paris Saint Germain Ensiklopedia Hujung Munchen Mampu Menyimpulkan Penyimpangan Dibutuhkan Astro
`; } renderNone(){ this.shadowRoot.innerHTML = `
No Event Available
`; } } customElements.define("cb-detikevent", CbDetikevent);
Berita detikcom Lainnya
Explore IndonesiaNow
Gelora Bung Karno Stadium Attracts Events, Does Jakarta Need New Venues?

Gelora Bung Karno Stadium Attracts Events, Does Jakarta Need New Venues?

Widespread Strikes Hit Italy as Protesters Take to the Streets Over Rising Cost of Living

Widespread Strikes Hit Italy as Protesters Take to the Streets Over Rising Cost of Living

Read in English `; constructor() { super(); this.attachShadow({ mode: "open" }); } async connectedCallback() { this.shadowRoot.innerHTML = CbIndonesiaNow.html; } } customElements.define("cb-indonesia-now", CbIndonesiaNow);
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Apresiasi dari detikcom terhadap individu, komunitas, organisasi sosial, perusahaan yang telah berkontribusi nyata dalam membangun masyarakat Jawa Tengah dan Yogyakarta, baik dari sisi budaya, sosial & inovasi.

`; } constructor() { super(); this.attachShadow({ mode: "open" }); this.shadowRoot.innerHTML = CbDetikJatengJogjaAwards.html; } async connectedCallback() { new Swiper(this.shadowRoot.querySelector(".swiper"), { loop: true, slidesPerView: 2, slidesPerGroup: 2, spaceBetween: 13, pagination: { el: this.shadowRoot.querySelector(".swiper-pagination"), clickable: true, }, navigation: { nextEl: this.shadowRoot.querySelector(".swiper-button-next"), prevEl: this.shadowRoot.querySelector(".swiper-button-prev"), }, }); } } customElements.define("cb-detikjatengjogja-awards", CbDetikJatengJogjaAwards);

Loker Jogja

Komentar Terbanyak

Berita Terpopuler

Hide Ads