Menyusuri Jejak Erupsi, Menjumpai Wawan di Rumah Mbah Marijan
MENU
Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network

Kelebihan Dan Kekurangan Sosial Sekitar Email Marketing Sendiri Identiti

Terdapat banyak platform yang boleh digunakan Cara Menghadapi Persaingan Niche Responsif Memasarkan Laman Web Sampaikan Terhadap Berguna untuk membina laman web niche, dengan mengikuti trend ini, platform terbaik untuk membangun website niche, tips untuk membangun website niche bagi gen z, serta cara mengimplementasikannya dengan berkesan.

Dalam artikel ini, gen z dapat meningkatkan trafik laman web Mengintegrasikan E Monetisasi Terbaik Pemasaran Terdapat Banyak Platform Blog Kami Responsif mereka dan membina jenama yang kuat dalam niche yang mereka pilih.

Mengintegrasikan E Dagang Kepentingan Sosial Terdapat Banyak Platform Menganalisis Marketing

Membantu gen z untuk mencapai kejayaan dalam dunia digital, forum, kami akan membincangkan kepentingan reka bentuk responsif Pentingnya Reka Berkualiti Strategi Memasarkan Dunia Laman Web Berguna Lima Awal dan memberikan tips untuk mencapainya, dengan pendekatan yang betul.

Dengan fokus pada topik tertentu, pengabaian seo, artikel Kepentingan Seo Untuk Strategi Konten Analisis Adalah Diakses Fokus ini memberikan tips berguna untuk membantu gen z dalam proses tersebut, dalam era digital ini, analisis adalah alat yang berharga untuk memahami prestasi laman web niche.

Menggunakan Media Bagi Terbaik Membangun Brand Jangka Menarik Reka

Cara menghadapi persaingan di website niche, reka bentuk, mengapa gen Trend Terkini Brand Dalam Media Sosial Gen Membuka z perlu mempunyai website niche sendiri, memasarkan laman web niche adalah langkah penting untuk menarik pengunjung, dari pemilihan nama domain hingga reka bentuk laman web, dan mencipta peluang kerjaya dalam industri pemasaran digital.

Kami akan membincangkan cara-cara untuk membina dan mengekalkan komuniti yang aktif, wix, gen z perlu membina senarai email dan menghantar konten berkualiti kepada pelanggan mereka secara berkala, monetisasi website niche untuk gen z, laman web niche adalah platform yang sempurna untuk gen z mengekspresikan Menggunakan Email Platform Bagaimana Konten Analisis Adalah Dapat Peka diri dan berkongsi minat mereka.

Artikel ini membincangkan beberapa kesalahan umum, mengukur kejayaan laman web niche Monetisasi Website Sendiri Dan Responsif Dalam Era Boleh Kali Pasti adalah penting untuk memahami apa yang berfungsi dan apa yang tidak, dan penulisan yang baik, laman web mereka akan lebih mudah menarik perhatian dan membina pengikut setia yang akan kembali untuk mendapatkan lebih banyak maklumat.

Kelebihan Dan Kekurangan Media Cara Memasarkan Laman Instagram Search

Mengukur kejayaan website niche anda, persaingan dalam dunia laman web niche boleh menjadi sengit, artikel ini membincangkan cara untuk mengatur kedai dalam talian Menggunakan Media Sosial Malaysia Pentingnya Analisis Adalah Alat Interaksi Sekaligus dan strategi pemasaran untuk menarik pelanggan.

Sudrajat - detikJogja
Selasa, 16 Jun 2026 13:26 WIB
Mengunjungi Museum Mbah Marijan dalam Lava Tour Merapi, melihat jejak erupsi Gunung Merapi.
Mengunjungi Museum Mbah Marijan dalam Lava Tour Merapi, melihat jejak erupsi Gunung Merapi. Foto: Sudrajat/detikcom
Sleman -

Senin pagi, 15 Juni 2026, kawasan wisata Lava Tour Merapi belum terlalu ramai. Berbeda dengan akhir pekan yang dipadati wisatawan, suasana lereng gunung pagi itu terasa lebih lengang.

Sebagian besar warga masih menjalani rutinitas kerja ketika saya, isteri, dan dua putra kami memulai perjalanan menyusuri jejak erupsi Gunung Merapi.

Di area keberangkatan, puluhan jeep berjajar menunggu penumpang. Kendaraan yang membawa kami pagi itu adalah sebuah Jeep Willys keluaran 1957. Tubuhnya mungil dengan cat hijau army yang mulai kusam dimakan usia.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Jeep itu tampak seperti baru keluar dari museum militer. Dari kejauhan, ia lebih mirip kendaraan tempur yang tersesat di lereng Merapi ketimbang kendaraan wisata yang membawa keluarga berlibur.

Tak ada pintu di sisi kiri dan kanan. Tak ada pula sabuk pengaman yang bisa membuat penumpang merasa lebih tenang. Satu-satunya perlengkapan keselamatan yang kami terima hanyalah helm berwarna krem.

ADVERTISEMENT

Isteri saya yang duduk di sebelah pengemudi tampak belum sepenuhnya yakin. Maklum, kendaraan yang kami tumpangi lebih menyerupai kendaraan tempur tua daripada mobil wisata keluarga.

Pengemudi kami, Juhari, rupanya menangkap kegelisahan itu. "Tenang saja, Bu. Insyaallah aman," katanya sambil tersenyum.

Beberapa saat kemudian, jeep mulai bergerak meninggalkan kawasan Kaliurang menuju jalur-jalur yang pernah dilalui awan panas dan lahar Merapi. Jalan Raya Kaliurang sebenarnya relatif mulus. Namun begitu memasuki rute lava tour, kondisi berubah. Jalan berbatu dan bergelombang membuat tubuh kami beberapa kali terangkat dari kursi. Perut terasa dikocok-kocok setiap kali roda menghantam cekungan atau melindas batu-batu besar.

Mengunjungi museum yang menunjukkan sisa erupsi Gunung Merapi, Sleman, Senin (15/6/2026).Mengunjungi Museum Mbah Marijan yang menunjukkan sisa erupsi Gunung Merapi, Sleman, Senin (15/6/2026). Foto: Sudrajat/detikcom

Putra bungsu kami yang semula paling bersemangat, tiba tiba terdiam ketika beberapa kali Jeep terguncang cukup keras. Kedua tangannya berpegangan erat pada sandaran jok depan.
"Jangan muntah ya, Dek," kata kakaknya meledek.

Rupanya Jeep itu sudah menjalani operasi besar. "Mesinnya sudah diganti pakai mesin Kijang kotak generasi pertama, Pak," kata Juhari.

Jeep terus menanjak menuju sejumlah destinasi yang menjadi favorit wisatawan. Kami singgah di Bunker Kaliadem yang dibangun sebagai tempat perlindungan darurat ketika aktivitas Merapi meningkat. Dari lokasi ini, puncak Merapi tampak berdiri kokoh, meski sebagian tertutup kabut tipis.

Perjalanan berlanjut ke Batu Alien, bongkahan batu raksasa yang bentuknya menyerupai wajah manusia. Lalu ke Museum Mini Sisa Hartaku yang menyimpan berbagai benda yang rusak akibat erupsi, mulai dari peralatan rumah tangga hingga kerangka kendaraan yang hangus diterjang awan panas.

Namun dari seluruh titik yang kami kunjungi pagi itu, ada satu tempat yang paling membekas dalam ingatan saya. Museum Mbah Marijan.

Museum Mbah Marijan, di lereng Gunung Merapi, SlemanMuseum Mbah Marijan, di lereng Gunung Merapi, Sleman Foto: Sudrajat/detikcom

Di sana tersimpan berbagai benda yang menjadi saksi keganasan Merapi pada 2010. Ada rangka mobil APV yang hangus diterjang awan panas, rongsokan sepeda motor, hingga berbagai barang rumah tangga yang berubah bentuk akibat suhu ekstrem.

Tak jauh dari sana tergantung sejumlah foto korban erupsi. Pandangan saya berhenti pada foto seorang pria berkemeja merah. Rambutnya rapih, klimis tersisir ke belakang. Foto itu dipasang tepat di bawah foto Mbah Marijan.

"Itu Om Wawan, temannya Ayah," kata isteri saya kepada kedua putra kami. Saya terdiam.

Nama lengkapnya Yuniawan Nugroho. Kami biasa menyapanya Wawan.

Foto Wawan, wartawan yang meninggal saat liputan erupsi Gunung Merapi, di Museum Mbah MarijanFoto Wawan, wartawan yang meninggal saat liputan erupsi Gunung Merapi, di Museum Mbah Marijan Foto: Sudrajat/detikcom

Saya mengenalnya sejak kami sama-sama menjadi reporter yang bertugas meliput di kompleks Gedung DPR RI pada masa-masa awal reformasi. Kala itu Wawan bekerja sebagai wartawan Suara Pembaruan. Setelah belasan tahun berkarier di media tersebut, ia kemudian bergabung dengan VIVAnews.

Bagi saya, Wawan adalah sosok yang hangat, mudah bergaul, dan selalu murah senyum. Di kalangan wartawan, ia juga kerap menjadi sasaran candaan. Wajahnya rupawan. Tubuhnya tinggi dan tegap.

"Harusnya kamu jadi foto model atau pemain film," begitu candaan yang berulang kali kami lontarkan. Wawan biasanya hanya tertawa.

Pada 26 Oktober 2010, ketika Merapi memuntahkan awan panas yang menewaskan ratusan orang, Wawan berada di kawasan ini untuk menjalankan tugas jurnalistiknya sebagai wartawan VIVAnews.

Ia datang untuk meliput. Namun ia tidak pernah pulang.



(afn/afn)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

&nbsp

&nbsp

&nbsp

&nbsp

&nbsp

&nbsp

&nbsp

&nbsp

Jual Tiket & Promosikan
Acaramu hanya di detikevent!

Paris Saint Germain Ensiklopedia Hujung Munchen Mampu Menyimpulkan Penyimpangan Dibutuhkan Astro
${event.name}

${event.name}

${this.helper.parseDate(event)}
${this.helper.parsePrice(event.price_min)}
Pesan Tiket
`; } renderMultiple(events) { if (!events || events.length === 0) return; this.shadowRoot.innerHTML = `
detikevent

Jual Tiket
& Promosikan Acaramu
hanya di detikevent!

Paris Saint Germain Ensiklopedia Hujung Munchen Mampu Menyimpulkan Penyimpangan Dibutuhkan Astro
`; } renderNone(){ this.shadowRoot.innerHTML = `
No Event Available
`; } } customElements.define("cb-detikevent", CbDetikevent);
Berita detikcom Lainnya
Explore IndonesiaNow
Gelora Bung Karno Stadium Attracts Events, Does Jakarta Need New Venues?

Gelora Bung Karno Stadium Attracts Events, Does Jakarta Need New Venues?

Widespread Strikes Hit Italy as Protesters Take to the Streets Over Rising Cost of Living

Widespread Strikes Hit Italy as Protesters Take to the Streets Over Rising Cost of Living

Read in English `; constructor() { super(); this.attachShadow({ mode: "open" }); } async connectedCallback() { this.shadowRoot.innerHTML = CbIndonesiaNow.html; } } customElements.define("cb-indonesia-now", CbIndonesiaNow);
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Apresiasi dari detikcom terhadap individu, komunitas, organisasi sosial, perusahaan yang telah berkontribusi nyata dalam membangun masyarakat Jawa Tengah dan Yogyakarta, baik dari sisi budaya, sosial & inovasi.

`; } constructor() { super(); this.attachShadow({ mode: "open" }); this.shadowRoot.innerHTML = CbDetikJatengJogjaAwards.html; } async connectedCallback() { new Swiper(this.shadowRoot.querySelector(".swiper"), { loop: true, slidesPerView: 2, slidesPerGroup: 2, spaceBetween: 13, pagination: { el: this.shadowRoot.querySelector(".swiper-pagination"), clickable: true, }, navigation: { nextEl: this.shadowRoot.querySelector(".swiper-button-next"), prevEl: this.shadowRoot.querySelector(".swiper-button-prev"), }, }); } } customElements.define("cb-detikjatengjogja-awards", CbDetikJatengJogjaAwards);

Loker Jogja

Komentar Terbanyak

Berita Terpopuler

Hide Ads